Lalu Lintas Kendaraan Turun, Pengelola Tol Bakal Dapat Relaksasi Kredit Bank

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 07 Apr 2020, 20:30 WIB
Diperbarui 07 Apr 2020, 20:30 WIB
FOTO: Pandemi COVID-19 Turunkan Volume Kendaraan di Jalan Tol
Perbesar
Kendaraan melintasi ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mencatat adanya penurunan volume kendaraan mencapai 40-50 persen akibat pandemi virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah tengah berinisiatif untuk memberi berbagai bentuk keringanan bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), yang saat ini turut terdampak penyebaran wabah virus corona (Covid-19) dan berakibat terhadap penurunan lalu lintas di jalan tol.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, lalu lintas harian (LHR) rata-rata jalan tol kini menyusut hingga 60 persen, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha tol.

"Sekarang ini menurut data, lalu lintas hariannya turun sekitar 40 sampai 60 persen dari hari-hari normalnya. Dengan demikian dapat mempengaruhi penghasilan BUJT, ada beberapa dampaknya," ungkap dia saat sesi teleconference, Selasa (7/4/2020).

Menindaki kasus tersebut, pemerintah disebutnya tengah berdiskusi untuk meminta relaksasi pembayaran kewajiban BUJT ke bank. Kebijakan ini diusung lantaran dengan revenue yang berkurang sekitar 40 persen, maka membuat kemampuan BUJT untuk membayar kepada bank juga berkurang.

"Jadi kita minta kalau bisa membayar baik pokok maupun bunganya sesuai dengan revenue yang didapatkan. Itu relaksasinya. Tapi belum kita proses, nanti kita diskusi," kata Menteri Basuki.

Kemudian, Menteri Basuki melanjutkan, BUJT juga mengalami perlambatan proses pembebasan lahan gara-gara adanya pembatasan sosial selama wabah corona.

"Kemudian kami ingin juga melakukan percepatan pembayaran dari LMAN sebagai talangan. Jadi pembayaran uang talangan pembebasan lahan yang sudah dilakukan BUJT yang sampai sekarang masih ada di LMAN," tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Basuki juga turut memperingatkan BUJT untuk menyesuaikan operasinya di jalan tol dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa penyebaran virus corona.

"Contohnya di setiap tempat peristirahatan pasti ada physical distancing, baik itu di toilet ya, juga dengan di musholla. Juga dengan adanya hand sanitizer ditempatkan di beberapa tempat di BUJT jalan tol," imbuh dia.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Di Tengah Corona, Pemerintah Kaji Insentif untuk Pengelola Jalan Tol

Tol Palimanan Arah Cikampek
Perbesar
Kendaraan yang didominasi pemudik melintasi Jalan Tol Cipali di kawasan Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (8/7). Diberlakukannya sistem satu arah atau one way menyebabkan jalur Trans Jawa dari arah Palimanan menuju Cikampek ramai lancar pada H+3 Lebaran. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengkaji pemberian insentif bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ditengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal ini merupakan usulan dari para pengelola tol mengingat bisnis mereka mulai terpengaruh akibat penyebaran virus corona.

"Kalau insentif untuk jalan tol belum kami usulkan karena kami masih mempelajari ini dari asosiasi tol, BPJT, dari Bina Marga, sedang mengkaji semua. Nanti baru kami akan rapatkan dan difokuskan mau kayak apa ini insentifnya," ujar Basuki di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Basuki menceritakan banyak usulan yang diterima mengenai skema insentif tersebut, mulai dari penambahan konsesi, penyesuaian tarif jalan tol hingga pembebasan pajak-pajak.

"Ini kami akan coba fokuskan, matangkan, baru saya usulkan kepada Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓