Bisnis Sepi Akibat Corona, Industri Tekstil Ramai-Ramai Beralih Produksi APD

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Apr 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 07 Apr 2020, 16:00 WIB
Pemkot Semarang Targetkan Produksi 5.000 APD GRATIS
Perbesar
Pembuatan APD dikerjakan di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

Liputan6.com, Jakarta - Ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) di tengah mewabahnya corona covid-19 menjadi hal yang sangat penting. Apalagi pandemi covid-19 sudah meluas ke berbagai negara di dunia. Sehingga permintaan untuk APD juga meningkat drastis.

Untuk itu, banyak pelaku industri tekstil mengalihkan produksi regulernya ke produk masker dan APD. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan produk tersebut di tengah pandemi virus corona covid-19 yang tengah melanda Tanah Air, sekaligus untuk memenuhi kekosongan produksi selama pandemi berlangsung.

"Ya selain karena permintaan, hal ini juga bisa menjadi alternatif untuk mengisi kekosangan produksi akibat sepinya pasar," ujaar Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Tanzil kepada Liputan6.com, Selasa (7/4/2020).

Rizal juga mengatakan permintaan paling banyak dalah dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun ia enggan membeberkan berapa jumlah persisnya. Sebab, menurut keterangannya, pemerintah langsung menghubungi pabrik-pabrik terkait secara langsung.

Dijelaskan pula, total kapasitas yang dapat dihasilkan di dalam negeri mencapai 17 juta unit APD per bulan, dengan bahan baku yang juga ada di dalam negeri.

"Bahan baku dari lokal ada. Kita lagi kembangkan APD dengan bahan kain, sehingga lebih mudah bahan bakunya dan lebih murah," ungkap Rizal.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Sri Rejeki Isman Produksi APD

Intip Pembuatan APD Tenaga Medis di Jakarta
Perbesar
Pekerja memakai pakaian untuk Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis di kawasan Penggilingan, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Akibat melonjaknya jumlah kasus penyebaran Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia menyebabkan terbatasnya ketersediaan APD di pasaran. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sementara itu, baru-baru ini, melalui akun media sosialnya, PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) mulai memproduksi masker nonmedis untuk membantu pemerintah dalam penanggulangan wabah virus corona atau Covid-19.

Mengutip akun Instagram perusahaan, pemesanan masker bisa dilakukan lewat pre-order dengan minimal pemesanan sebanyak 1.000 lembar dengan harga Rp 5.500 per lembarnya (sudah termasuk PPN).

Sritex juga bekerja sama dengan aplikasi daring Halodoc, dan masker dapat dibeli melalui aaplikasi tersebut dengan minimal 10 lembar dengan harga yang sama.

Lanjutkan Membaca ↓