Menteri Edhy Minta Pengusaha Tunda Kenaikan Harga Pakan Ikan dan Udang

Oleh Liputan6.com pada 07 Apr 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 07 Apr 2020, 10:15 WIB
Semester I 2018, Ekspor Perikanan Alami Peningkatan
Perbesar
Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor perikanan naik 7,21 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pelaku usaha perikanan budi daya Tanah Air tetap berproduksi di tengah wabah virus Corona. Bahkan, diperkirakan panen di komoditas ini mencapai 450 ribu ton sepanjang April-Juni 2020. Komoditas perikanan budidaya meliputi ikan air tawar, ikan laut non-udang, dan udang.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo merincikan estimasi panen ikan air tawar sebanyak 341.494 ton. Panen budi daya ikan laut non-udang 4.400 ton dan panen udang 104.941 ton.

"Itu angka estimasi hasil panen tiga bulan, dari April sampai Juni 2020," ujar Edhy dalam siaran pers, di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Adapun lokasi panen tersebar di sejumlah wilayah. Mulai dari Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Kepri, Kepulauan Bangka Belitung. Lalu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali. Kemudian Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan hingga Maluku.

Untuk mendukung perikanan budidaya terus berjalan di tengah pandemi Corona, Edhy meminta Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mempertimbangkan penundaan kenaikan harga pakan ikan dan udang. Menurutnya, sinergi dan saling mendukung sangat dibutuhkan saat ini agar roda ekonomi tetap berjalan dan pembudidaya tetap sejahtera.

Selain sektor budidaya, Menteri Edhy memastikan usaha perikanan tangkap juga terus beraktivitas. Estimasi produksi perikanan laut sepanjang April hingga Juni 2020 mencapai 1,6 juta ton.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Harga Turun

Semester I 2018, Ekspor Perikanan Alami Peningkatan
Perbesar
Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan hasil ekspor perikanan Indonesia menunjukkan peningkatan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Lebih lanjut Edhy menjelaskan, sejak mewabahnya virus Corona di Indonesia dan negara-negara lain di dunia, harga udang dan ikan air payau laut hasil budi daya turun 20 hingga 30 persen. Penurunan harga ini sejalan dengan menurunnya permintaan imbas tutupnya banyak restoran di Indonesia dan dunia.

Meski begitu, kebutuhan rumah tangga tidak pernah berhenti. Sehingga pihaknya masih menghitung presentasi penurunannya.

"Begitu pandemi ini selesai, permintaan terhadap ikan dan kebutuhan pokok yang berbasis perikanan, akan meningkat," kata Edhy.

 

3 dari 3 halaman

Strategi penyerapan

Semester I 2018, Ekspor Perikanan Alami Peningkatan
Perbesar
Nelayan memindahkan ikan laut hasil tangkapan di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Kamis (26/10). Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ekspor produk perikanan tercatat sebanyak 510.050 ton pada semester I-2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

KKP mengupayakan hasil produksi pembudi daya maupun nelayan tetap terserap. Sejumlah strategi sudah disusun, salah satunya dengan mengajak Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memasukkan produk perikanan dalam paket bantuan ke masyarakat. Misalnya di Kementerian Sosial lewat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai.

" Seandainya dalam paket bantuan ada hasil perikanan, entah itu ikan segar atau ikan olahan, tentu produksi sektor perikanan bisa terserap," pungkas Edhy.

Selain itu, KKP mempersiapkan gudang-gudang pendingin (cold storage) untuk menampung hasil produksi masyarakat perikanan.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓