Terus Bertengger di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat ke 4.623,42

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 03 Apr 2020, 16:06 WIB
Diperbarui 03 Apr 2020, 16:06 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat akhir pekan ini. Selama perdagangan, IHSG terus berada di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (3/4/2020), IHSG ditutup menguat 91,74 poin atau 2,02 persen ke posisi 4.623,42. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 2,08 persen ke posisi 702,41.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.623,42 dan terendah 4.531,81.

Sebanyak 257 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 142 saham melemah dan 135 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 561.311 kali dengan volume perdagangan 9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,6 triliun.

Investor asing jual saham Rp 70,54 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.425.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar menghijau. Penguatan dipimpin oleh sektor industri dasar yang naik 8,52 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur yang menguat 2,83 persen dan sektor manufaktur yang menguat 2,72 persen.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Saham Pendorong

Awal 2019 IHSG
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau diantaranya REAL yang naik 34,43 persen ke Rp 82 per saham, KOBX naik 34,43 persen ke Rp 90 per saham dan BTON naik 26,92 persen ke Rp 165 per saham.

Sedangkan saham yang turun diantaranya LMSH yang turun 7 persen ke Rp 186 per lembar saham, KRAH melemah 7 persen ke Rp 452 per lembar saham dan BBHI turun 6,98 persen ke Rp 80 per lembar saham.

 

Lanjutkan Membaca ↓