Tak Mampu Bertahan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Melemah ke 4.466,03

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 01 Apr 2020, 16:11 WIB
Diperbarui 01 Apr 2020, 16:11 WIB
Pembukaan-Saham

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu pekan ini. Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (1/4/2020), IHSG ditutup terkoreksi 72,89 poin atau 1,61 persen ke posisi 4.466,03. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 1,86 persen ke posisi 678,29.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.627,41 dan terendah 4.445,13.

Sebanyak 267 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 129 saham menguat dan 131 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 535.123 kali dengan volume perdagangan 6,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,3 triliun.

Investor asing jual saham Rp 69,14 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.450.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya terkapar. Pelemahan dipimpin oleh sektor konstruksi yang jatuh 2,80 persen. Kemudian disusul sektor aneka industri yang naik 2,46 persen dan sektor infrastruktur yang turun 4,98 persen.

 

2 dari 2 halaman

Saham Pendorong

Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya HOTL yang turun 7 persen ke Rp 93 per lembar saham, SMRA melemah 7 persen ke Rp 372 per lembar saham dan CASA turun 6,98 persen ke Rp 400 per lembar saham.

Sedangkan saham yang menguat antara lain YULE yang naik 35 persen ke Rp per 216 saham, SAMF naik 34,57 persen ke Rp 218 per saham dan ISSP naik 34,55 persen ke Rp 148 per saham.

Lanjutkan Membaca ↓