Gunung Merapi Erupsi, Bandara Solo dan Yogyakarta Tetap Beroperasi Normal

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 27 Mar 2020, 15:00 WIB
Diperbarui 27 Mar 2020, 15:00 WIB
Gunung Merapi Erupsi
Perbesar
Gunung Merapi menyemburkan asap dan abu vulkanis terlihat dari utara kota Yogyakarta, Selasa (3/3/2020). Gunung Merapi meletus pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter , status waspada (level II). (HO/Merapi Observation/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, memastikan pasca Gunung Merapi erupsi pada, Jumat (27/03) sekitar pukul 10.56 WIB, operasional di Bandar Udara Adi Sucipto Yogyakarta dan Bandar Udara Adi Sumarmo Solo berjalan normal.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto, menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi untuk memastikan keselamatan penerbangan di setiap bandara yang berdekatan dengan Gunung Merapi.

“Kami akan terus memantau perkembangan yang ada. Untuk penerbangan, hingga saat ini  kami masih terus memantau perkembangan erupsi Gunung Merapi, " kata Dirjen Novie di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Selain itu, Dirjen Novie menambahkan, Ditjen Hubud melalui Kantor Otoritas Bandar Udara akan berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memastikan aktivitas penerbangan tetap berjalan normal, berikut dengan stakeholder penerbangan.

"Tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan,” jelas Dirjen Novie.

 

2 dari 2 halaman

Gunung Merapi Erupsi

Gunung Merapi Erupsi
Perbesar
Gunung Merapi menyemburkan asap dan abu vulkanis terlihat dari Sleman, Yogyakarta, Selasa (3/3/2020). Gunung Merapi meletus pada pukul 05.22 WIB dengan tinggi kolom 6.000 meter , status waspada (level II). (RANTO KRESEK / AFP)

Untuk diketahui, berdasarkan Ashtam VAWR 9415 yang dikeluarkan AirNav Indonesia, aktivitas operasional penerbangan berjalan normal. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta merilis informasi bahwa Gunung Merapi mengalami erupsi pada pukul 10.56 WIB.

Erupsi tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 7 menit dengan tinggi kolom asap erupsi kurang lebih 5000 meter dari puncak.

Lanjutkan Membaca ↓