Pilot Lion Air Dikabarkan Meninggal karena Virus Corona, Benarkah?

Oleh Tira Santia pada 23 Mar 2020, 19:45 WIB
Diperbarui 23 Mar 2020, 19:45 WIB
Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Perbesar
Pesawat maskapai Lion Air terparkir di areal Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (16/5/2019). Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi antara Kementerian Bidang Perekonomian dan Kementerian Perhubungan memutuskan tarif batas atas tiket pesawat turun sebesar 12-16 persen. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Beredar informasi bahwa salah satu pilot di Lion Air telah meninggal dunia karena terpapar virus Corona Covid-19.

Kendati begitu, pihak maskapai penerbangan Lion Air hingga saat ini belum menerima kepastian informasi atas meninggal sang pilot.

Hal itu diungkapkan Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, bahwa pihaknya menerima konfirmasi bahwa Capt. Sutopo Putro dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) pada Minggu (22/ 03) oleh dokter (tim medis).

"Lion Air menyampaikan rasa dukacita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaik, yakni Capt. Sutopo Putro. Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Danang dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Tangerang, Senin (23/3/2020).

Kabarnya, jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada hari yang sama, Minggu (22/ 3/2020). Secara perusahaan, Capt. Sutopo Putro memiliki catatan terkait perilaku, kesehatan, serta kinerja (performance) yang cukup baik.

 

2 dari 3 halaman

Dinyatakan Layak Terbang

Pesawat Lion Air
Perbesar
Ilustrasi Pesawat Lion Air (ROSLAN RAHMAN / AFP)

Berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, di mana yang bersangkutan dinyatakan sehat dan layak terbang (fit for flight). Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba.

"Lion Air Group dalam memperkerjakan karyawan dan awak pesawat, sudah menjalankan semua protokol kesehatan dan melaksanakan sesuai aturan regulator. Salah satunya secara konsisten tetap melakukan pengecekan kesehatan sebelum awak pesawat melakukan tugas terbang," jelasnya.

Menurut ketentuan yang ditetapkan regulator sangat penting, bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan (pre-flight health check) sangat penting. Hal ini guna menentukan kondisi sehat serta laik terbang (airworthy for flight), agar keselamatan dan keamanan penumpang selama dalam penerbangan terjamin.

Selain itu, terkait dengan wabah yang berlangsung saat ini, Lion Air Group beserta seluruh karyawan turut serta berperan aktif dalam tindakan preventif guna mencegah penyebaran Covid-19, antara lain penyemperotan (disinfektan) pesawat yang dioperasikan dan lingkungan kerja, pengecekan suhu tubuh setiap karyawan yang bekerja dan berbagai kampanye keselamatan (safety campaign).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓