Imbas Corona, Pusat Perbelanjaan di Tangerang Batasi Jam Kunjungan

Oleh Pramita Tristiawati pada 19 Mar 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 19 Mar 2020, 11:15 WIB
Mal di Tangerang Banten.
Perbesar
Mal di Tangerang Banten. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Cegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, sejumlah pusat perbelanjaan di Tangerang membatasi jam operasionalnya.

Seperti yang terlihat di Summarecon Mal Serpong (SMS), Kabupaten Tangerang. Mereka membatasi jam kunjungan hingga keadaan benar-benar stabil.

"Per 18 Maret kemarin, kami mengikuti aturan pemerintah, dengan melakukan penyesuaian jam operasional, yaitu pada hari Senin hingga Kamis, 11.00-20.00 WIB, dan pada hari Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur nasional, 11.00 -21.00 WIB," tutur Cut Meutia, Head of PR & Brandcomm Summarecon, Kamis (19/3/2020).

 

Mal yang juga menjadi salah satu tempat keramaian yang berpeluang dalam penularan virus corona itu, sudah sewajarnya mengikuti aturan pemerintah. Sembari tetap mengedukasi pengunjung dengan budaya hidup bersih.

Misalnya, pada saat di lobby mal, pengunjung diwajibkan menggunakan hand sanitizer, lalu diukur suhu tubuhnya oleh security setempat, barulah diperbolehkan masuk ke dalam mal.

"Kami terus memantau perkembangan dari Covid-19 (virus corona), dan kami percaya Pemerintah mampu untuk segera mengatasinya, sehingga seluruh kegiatan masyarakat dapat segera kembali normal," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Upaya Pemerintah Jaga Ekonomi Selama Pandemi Virus Corona

Sri Mulyani
Perbesar
Menkeu Sri Mulyani saat Work From Home atau Kerja dari Rumah. (dok. Instagram @smindrawati/https://www.instagram.com/p/B90ymKQp0sH/Putu Elmira)

Pandemik Covid-19 atau virus corona, seperti yang telah ditetapkan oleh PBB pada bulan Maret ini, menyebar secara cepat ke seluruh dunia sehingga bukan hanya sektor transportasi serta sektor pariwisata saja yang terpengaruh melainkan merambat ke beberapa sektor lainnya seperti perdagangan, kesehatan dan lainnya.

Pemerintah mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dapat mengakselerasi belanja terutama pada jadwal Kuartal I 2020. 

Hal ini dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat pandemik Covid-19, serta penurunan harga-harga komoditas.

Pemerintah juga melakukan re-focusing penganggaran dan meluncurkan paket Stimulus Fiskal jilid I dan jilid II yang diharapkan mendukung bergeraknya sektor riil.

“Saya telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Menteri Kesehatan, untuk menggoordinasikan langkah-langkah di pusat dan daerah," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Konferensi Pers APBN KiTa Bulan Maret 2020 pada Rabu (18/3/2020).

Salah satunya, nanti akan dibuat Keputuran Presiden, karena seluruh K/L dan Pemda fokus menangani Covid-19 dan di dalam APBD maupun anggaran K/L selama ini tidak pos untuk Covid-19, maka akan dilakukan perubahan realokasi di anggaran K/L dan daerah,” lanjut dia.

Secara umum prioritas utama Pemerintah saat ini adalah dukungan untuk sektor kesehatan, penguatan jaring pengaman sosial dan penyelamatan sektor dunia usaha.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓