Bank Mandiri Pastikan Kesiapan Jaringan ATM Selama Penanganan Corona

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 18 Mar 2020, 20:36 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 20:36 WIB
PT Bank Mandiri Tbk (Persero) meluncurkan kantor cabang bernuansa digital atau hype branch untuk  mengantisipasi digital booming.
Perbesar
PT Bank Mandiri Tbk (Persero) meluncurkan kantor cabang bernuansa digital atau hype branch untuk mengantisipasi digital booming.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memastikan kesiapan seluruh jaringan ATM untuk mengantisipasi kebutuhan transaksional nasabah seiring kampanye social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan menginformasikan, perseroan saat ini mengoperasikan 18.291 mesin ATM di seluruh Indonesia yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima, dan Visa/Plus.

"Meski sebagian karyawan bekerja dari rumah, kami telah menyiapkan sistem monitoring yang dapat memantau kesiapan mesin-mesin ATM dan memberikan alert, jika ada yang offline atau kehabisan dana," kata Rully di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Terkait dengan ketersediaan dana, lanjutnya, Bank Mandiri telah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengisian ATM yang berada di lokasi umum.

Sedangkan untuk ATM yang berada di cabang, ia menambahkan, maka pengisian akan dilakukan oleh karyawan yang mendapat giliran masuk.

"Rata-rata setiap hati kami menyiapkan dana sekitar Rp 1,8 triliun untuk pengisian ATM," ujar Rully.

2 dari 4 halaman

BNI Akui Karyawan Cabang Kramat Meninggal, Penyebab Belum Tentu Corona

Menginjak Usia 73 Tahun Gedung Menara BNI Diresmikan
Perbesar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kini mencapai usianya yang ke-73 tahun. Sebuah ikon baru diresmikan sabagai salah satu kado istimewa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNI tersebut, yaitu Gedung Menara BNI di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Jumat (5 Juli 2019).

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengakui jika salah satu pegawai yang sehari-hari berdinas di BNI Kramat, Jakarta, meninggal dunia akibat sakit.

Namun untuk penyebab kematian masih sedang diperiksa petugas kesehatan yang berwenang, dan belum diketahui penyebabnya, termasuk kemungkinan terjangkit Virus Corona atau Covid-19.   

“Kami tidak dapat berandai-andai terkait penyebab kematian seseorang. Informasi yang valid mengenai penyebab kematiannya ada pada pihak yang berwenang,” ujar Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/3/2020).

Dia mengaku saat ini, pihaknya tengah memantau perkembangan pegawai yang tengah dirawat di rumah sakit. Para pegawai yang sakit tersebut berada pada status yang berlainan, yaitu 1 orang Suspect COVID -19 dan 1 orang berstatus Positif COVID-19.

Bob mengatakan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melaksanakan langkah-langkah peningkatan sanitasi gedung di lokasi yang menjadi tempat kedua pegawai tersebut bekerja sehari-hari.

"Dan selama proses sanitasi tersebut dilaksanakan, kantor BNI yang bersangkutan kami tutup sementara, dan operasional pelayanan kepada masyarakat kami alihkan ke kantor-kantor cabang terdekat,” ujar dia.

   

3 dari 4 halaman

Langkah Antisipasi

Kejutan Bunga Mawar dan Souvenir Untuk Nasabah BNI
Perbesar
Teller memberikan bunga mawar dan souvenir kepada nasabah di Kantor Cabang BNI Tebet, Jakarta (5/7). Kegiatan dalam rangka HUT ke 72 BNI mengusung tema BNITu Digital. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Program peningkatan sanitasi lingkungan kerja tersebut merupakan langkah-langkah penanganan COVID-19 yang telah dimulai di beberapa kantor BNI dalam seminggu terakhir ini.

"Salah satunya adalah dengan menyemprotkan cairan desinfectan yang dapat menurunkan tingkat penyebaran COVID-19," kata dia.

BNI juga terus menjalankan proses menekan penyebaran virus Corona dengan berbagai cara di kantor-kantor cabang. Itu dilakukan antara lain dengan pengukuran suhu tubuh setiap akan memasuki kantor cabang BNI dan menyebar Hand Sanitizer di banyak lokasi di sekitar lokasi banking hall.

"Termasuk dengan mendukung program pemerintah melalui Social Distancing, yaitu dengan melakukan penyesuaian sistem kerja termasuk diantaranya melalui Work From Home. Langkah ini kami laksanakan bukan hanya untuk melindungi pegawai, tetapi juga melindungi nasabah, serta secara optimal tetap memberikan pelayanan kepada nasabah," Bob menandaskan. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓