Top 3: Karyawan BNI Positif Virus Corona

Oleh Septian Deny pada 18 Mar 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 06:30 WIB
Kejutan Bunga Mawar dan Souvenir Untuk Nasabah BNI
Perbesar
Teller melayani nasabah dan memberikan bunga mawar dan souvenir kepada nasabah di Kantor Cabang BNI Tebet, Jakarta (5/7). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT ke 72 BNI. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia terus bertambah. Salah satunya pasien yang dinyatakan terjangkit virus ini yaitu pegawai Bank Negara Indonesia (BNI).

Corporate Secretary BNI Meiliana menyatakan, pegawai yang terinfeksi tersebut bertugas di unit yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat.

Pegawai tersebut bertugas di unit yang tidak berinteraksi langsung dengan masyarakat, maka potensi penularan virus corona dapat diminimalisir. Dirinya berharap agar pegawai tersebut cepat pulih dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Artikel mengenai karyawan BNI positif corona ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Rabu, 18 Maret 2020:

2 dari 5 halaman

1. 1 Pegawai BNI Positif Virus Corona

Kejutan Bunga Mawar dan Souvenir Untuk Nasabah BNI
Perbesar
Teller memberikan bunga mawar dan souvenir kepada nasabah di Kantor Cabang BNI Tebet, Jakarta (5/7). Kegiatan dalam rangka HUT ke 72 BNI mengusung tema BNITu Digital. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Setelah Bank Mandiri dan Bank CIMB Niaga, Bank Negara Indonesia (BNI) turut mengumumkan temuan adanya satu orang karyawan yang positif terpapar virus COVID-19 atau virus Corona.

Mengutip siaran pers di laman resmi BNI, Selasa (17/03/2020), Corporate Secretary BNI Meiliana menyatakan, pegawai yang terinfeksi tersebut bertugas di unit yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat.

"Dengan berat hati, BNI perlu menyampaikan bahwa salah satu pegawai BNI telah dinyatakan positif COVID-19. Saat ini, yang bersangkutan dalam kondisi stabil," ujar Meiliana.

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 5 halaman

2. Ekonom Khawatir Indonesia Alami Krisis Ekonomi Berkepanjangan Akibat Corona

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam, mengkhawatirkan jika pemerintah tidak bergerak cepat mengatasi penyebaran virus Corona, maka akan menyebabkan Indonesia alami krisis ekonomi berkepanjangan.

"Kalau pemerintah tidak mengantisipasi corona ini dengan baik, Kita bisa mengalami krisis. Krisis bisa dicegah dengan persiapan kebijakan yang tepat, sayangnya sejauh ini kebijakan itu belum tampak, pemerintah terlihat tidak punya persiapan untuk kondisi yang terburuk," kata Piter kepada liputan6.com, Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, saat ini perkembangan virus corona sangat mengkhawatirkan, sementara pemerintah nampak ragu-ragu untuk mengambil tindakan drastis mengatasi corona.

Baca artikel selengkapnya di sini

4 dari 5 halaman

3. Jatuh Cinta ke Danau Toba, Raja Belanda Ingin Ada Penerbangan Amsterdam-Medan

Raja dan Ratu Belanda
Perbesar
Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima berfoto di Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Danau Toba. (dok. Instagram @koninklijkhuis/https://www.instagram.com/p/B9n3E5qnHHy/)

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti sempat singgah ke Danau Toba, Sumatera Utara, pada rangkaian kunjungannya ke Indonesia pekan lalu. Mereka mendarat di Bandara Silangit sebelum menuju puncak Bukit Singgolom di Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Dalam kunjungan singkat itu, Raja dan Ratu Belanda didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Usai menikmati keindahan alam Danau Toba, Luhut mengaku bahwa Raja dan Ratu Belanda menyukai dan menginginkan ada penerbangan langsung dari Amsterdam ke Medan.

Baca artikel selengkapnya di sini

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Indonesia

Lanjutkan Membaca ↓