Utang Luar Negeri Indonesia Capai USD 410,8 Miliar di Januari 2020

Oleh Liputan6.com pada 16 Mar 2020, 12:28 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 12:28 WIB
Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia Gratis, Ini Syaratnya

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2020 tumbuh melambat. Posisi ULN Indonesia pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar USD 410,8 miliar.

Terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD 207,8 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 203,0 miliar. ULN Indonesia tersebut tumbuh 7,5 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 7,7 persen (yoy).

"Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh perlambatan ULN swasta," tulis Bank Indonesia dalam situs resminya, Jakarta, Senin (16/3/2020).

ULN swasta tumbuh lebih rendah dari bulan sebelumnya. Pada Januari 2020, ULN swasta tumbuh 5,8 persen (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5 persen (yoy). Kondisi ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN lembaga keuangan.

Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan & asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas & udara (LGA), sektor pertambangan & penggalian, dan sektor industri pengolahan. Pangsa ULN pada keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,3 persen.

 

2 dari 4 halaman

Utang Pemerintah Meningkat

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan rapat terbatas bertopik pengembangan pusat data nasional di kantor Presiden, Jakarta. (Foto: Merdeka.com)

ULN pemerintah tumbuh sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir Januari 2020 tercatat sebesar USD 204,9 miliar atau tumbuh 9,5 persen (yoy).

Perkembangan ULN pemerintah didominasi oleh arus dana investor nonresiden di pasar Surat Berharga Nasional (SBN). Termasuk dari penerbitan obligasi global dalam mata uang USD dan Euro. Penerbitan obligasi global merupakan bagian dari strategi pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan memanfaatkan kondisi pasar keuangan yang relatif stabil dan persepsi positif yang kuat dari investor pada awal tahun.

Posisi obligasi global pada bulan Januari 2020 meningkat sebesar USD 2,7 miliar atau tumbuh 8,1 persen (yoy). Sementara itu, posisi SBN domestik meningkat sebesar USD 2,4 miliar dolar AS atau tumbuh 21,9 persen (yoy).

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial 23,5 persen dari total ULN pemerintah, sektor jasa pendidikan (16,3 persen), sektor konstruksi (16,2 persen), sektor jasa keuangan dan asuransi (12,9 persen), serta sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,6 persen).

Struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Januari 2020 sebesar 36,0 persen, menurun dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 89,3 persen dari total ULN.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 4 halaman

Koordinasi

Ilustrasi Bank Indonesia
Ilustrasi Bank Indonesia

Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus meningkatkan koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓