Desain Ibu Kota Baru akan Diserahkan ke Jokowi Paling Cepat Mei 2020

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 12 Mar 2020, 19:23 WIB
Diperbarui 12 Mar 2020, 19:23 WIB
Juara Harapan 1 Desain ibu kota baru. Dok Kementerian PUPR
Liputan6.com, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan penyelesaian rancangan atau desain tata kota ibu kota baru di Kalimantan Timur pada pertengahan tahun ini, tepatnya sekitar Mei atau Juni 2020.
 
Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga mengatakan, Kementerian PUPR diberi tugas sebagai perancang desain tata kota untuk Ibu Kota Negara (IKN). Hasil rancangan tersebut kemudian akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Finalisasi desain kita targetkan selesai bulan Mei atau Juni untuk disampaikan ke presiden, urban desainnya," kata Danis saat menggelar sesi konferensi pers di Gedung Kementerian PUPR, Kamis (12/3/2020).
 
Pasca diserahkan kepada Jokowi, Danis meneruskan, proses selanjutnya yakni peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek infrastruktur dasar seperti pembangunan akses jalan menuju IKN. Itu targetnya akan dilakukan pada Oktober 2020.
 
"Mei dan Juni itu baru basic design. Kalau groundbreaking-nya diperkirakan akhir semester II, sekitar Oktober. Infrastruktur dasar kita mulai akhir semester II," jelas dia.
 
Secara dana, ia menyebutkan, pembangunan tahap awal ibu kota baru tak akan memakan biaya besar, yakni sekitar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.
 
"Itu kan paling untuk awal uang muka ya. Saya pikir itu enggak sampe Rp 200-300 miliar untuk awal. Nanti masih dihitung. Kan uang muka tidak harus besar," beber dia.
 
 
 
 
 
2 dari 2 halaman

3 Zona

Siswa SD
Sejumlah siswa mencari lokasi calon ibu kota baru pada peta saat kegiatan belajar bertema wawasan Nusantara di SDN Menteng 02, Jakarta, Selasa (27/8/2019). Kegiatan belajar wawasan Nusantara itu memberitahukan lokasi pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur.(merdeka.com/Imam Buhori)
Adapun saat ini Kementerian PUPR masih mengkaji rancangan tata kota di IKN baru yang akan terbagi ke dalam tiga zona.
 
Ketiga zona tersebut yakni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas 5.644 ha, kawasan pengembangan kota sekitar 56.180,87 ha, dan kawasan perluasan kota sebesar 256.142,74 ha.
 
Danis menyampaikan, pihaknya akan mengkolaborasikan buah karya dari tiga pemenang sayembara desain ibu kota baru, untuk selanjutnya dipakai sebagai konsep final tata kota di IKN.
 
"Kita kolaborasi konsep pemenang dengan tim untuk finalisasi urban design. Pada saatnya nanti mendapatkan basic design, belum detail design. Soalnya nanti akan ada metode lelang design and build," ungkap Danis.
 
Lanjutkan Membaca ↓