BTN Ajak Pengembang Lawan Dampak Virus Corona di Sektor Ekonomi

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Mar 2020, 19:10 WIB
Diperbarui 11 Mar 2020, 19:10 WIB
Pameran Indonesia Property Expo (IPEX) 2018
Perbesar
Pengunjung memadati stan Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Sabtu (3/3). PEX 2018 merupakan pameran yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-68 Bank BTN pada 9 Februari mendatang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi potensi perlambatan ekonomi akibat merebaknya virus Covid-19 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengajak para stakeholder sektor properti khususnya para developer untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi menjaga pertumbuhan sektor properti.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury menilai sektor properti dapat menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa-masa perlambatan ekonomi. Hal ini lantaran sektor tersebut memberikan dampak terhadap 172 lebih sektor industri turunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Berkat dukungan dari para developer, kita bisa melalui kontraksi ekonomi yang terjadi sebelumnya karena itu peran para developer yang setia bermitra dengan Bank BTN layak diberi apresiasi dalam mendukung BTN khususnya dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi,” kata Pahala dalam keterangannya, Rabu (11/3/2020).

Sebagai bentuk dukungan kepada para developer, Bank BTN memberikan stimulus khusus kepada developer dengan rating tertentu yaitu berupa percepatan proses kredit dan relaksasi sejumlah syarat pengajuan kredit.

Penghargaan dan apresiasi khusus diberikan kepada sejumlah developer, khususnya yang bergerak di segmen perumahan non subsidi, baik dari jumlah penyalurannya maupun kualitas kreditnya.

Penghargaan tersebut diberikan untuk tiga kategori, pertama adalah developer dengan realisasi KPR online terbaik yang dimenangkan oleh PT Arya Lingga Manik, PT Bumi Arta Sedayu (Citra Swarna Group) dan PT Bukit Sarua Development (Rura Graha Group). Developer tersebut berhasil mengoptimalkan situs BTN dalam merealisasikan KPR.

Kategori kedua adalah developer dengan KYG terbaik. Penghargaan untuk kategori tersebut diberikan kepada PT PP Properti Tbk, Perum Perumnas, PT Adhi Persada Properti. Apresiasi tersebut disematkan kepada developer yang memiliki kualitas dan realisasi KYG yang baik.

Sementara kategori terakhir dan utama adalah penghargaan bagi pengembang dengan realisasi KPR tahun 2019 dengan nilai di atas Rp 100 miliar. Apresiasi tersebut diberikan kepada enam pengembang, yaitu ISPI Group, GAN Property, Duta Putra Group, Kalindo Group, PT Arya Lingga Manik dan Perum Perumnas.

“Kami harapkan, para developer dapat terus bekerjasama dengan Bank BTN dan mengoptimalkan layanan maupun fasilitas perbankan yang dimiliki Bank BTN, tidak hanya Kredit Konstruksi, kredit modal kerja namun juga program BTN Solusi yang akan memberikan kemudahan bagi para developer dan karyawannya,” kata Pahala.

Program BTN Solusi adalah program yang memberikan solusi bagi instansi atau lembaga untuk mengelola tabungan payroll/gaji dari karyawannya sekaligus memberikan beragam manfaat yang dapat mendukung kebutuhan finansial.

“Lewat program ini, kami juga mengharapkan Pengembang dapat mendukung sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menabung, khususnya untuk membeli rumah sesuai dengan tagline BTN- Ayo Punya Rumah dengan Bank Tabungan,” kata Pahala.

2 dari 3 halaman

Ancaman Perlambatan Ekonomi

Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Perbesar
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saat ini, lanjut Pahala, sektor properti kembali diuji setelah merebaknya kasus Covid -19 yang berpotensi memukul sejumlah sektor ekonomi Indonesia, seperti pariwisata, perdagangan dan investasi.

“Untuk itu, sesuai dengan tema acara ini The Power of Synergy, kita sama-sama wujudkan kolaborasi yang produktif dan inovasi untuk membantu pemerintah menjaga sektor properti tetap melaju, apalagi dengan banyaknya stimulus yang diberikan Pemerintah maupun regulator,” kata Pahala.

Pahala memaparkan, setidaknya ada dua faktor mengapa sektor properti dapat bertahan. Pertama adalah masih tingginya permintaan domestik untuk hunian, baik subsidi maupun non subsidi. Kedua, adalah kebijakan fiskal dan moneter yang pro sektor properti dari Pemerintah untuk mendorong ekonomi diantaranya relaksasi Loan To Value, penambahan anggaran subsidi dan kebijakan BI yang memangkas suku bunga acuan BI Rate untuk memberi stimulus perbaikan ekonomi.

“Saya yakin, kebijakan lain, baik fiskal maupun moneter untuk mengantisipasi dampak Covid -19 akan lebih banyak dan tepat sasaran. Untuk itu kita para stakeholder properti harus meningkatkan produktivitas dan inovasi dan terus memperkuat sinergi,” katanya.

Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan KPR sekitar 8-10 persen ditopang oleh pertumbuhan KPR non Subsidi sekitar 13-15 persen Sementara untuk segmen KPR Subsidi, Bank berkode saham BBTN ini menargetkan pertumbuhan sekitar 3-5 persen.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓