Ada Integrasi, Tarif Tol Jakarta-Cikampek Bisa Capai Rp 35 Ribu

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 09 Mar 2020, 16:30 WIB
Diperbarui 09 Mar 2020, 16:30 WIB
Jalan tol layang Jakarta-Cikampek
Perbesar
Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (dok: PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menargetkan, besaran tarif pada tiga ruas tol di sekitar Jabodetabek akan terintegrasi pada Maret 2020. Ketiga jalan tol tersebut yakni Tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting, Tol Japek II Elevated dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

Tarif ketiga ruas tol itu akan sah terintegrasi pasca Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengeluarkan surat keputusan terkait integrasi sistem transaksi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menjelaskan, pengenaan tarif khususnya pada Tol Japek Layang dan eksisting nantinya akan seragam, terutama untuk jarak jauh.

"Kira-kira harapan kita untuk yang Japek, jarak jauh tarifnya seragam. Yang jarak jauh/jarak pendek akan kita sesuaikan untuk mengurangi. Yang atas (Elevated) dan bawah (eksisting) akan kita sesuaikan," ucapnya di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Saat ditanya berapa besaran tarif jika sudah terintegrasi, Danang mengatakan penetapannya saat ini belum final. Namun, ia memperkirakan tarif maksimalnya bisa mencapai Rp 35 ribu.

"Belum final. Barangkali antara Rp 24-35 ribu. Tapi ini masih terus kita simulasikan. Kalau yang sekarang kan yang jarak jauh Rp 15 ribu (Japek eksisting), yang Elevated Rp 42 ribu yang atas. Akan kita coba dekatkan (tarifnya)," terangnya.

2 dari 3 halaman

Tarif Tol Japek dan Becakayu Mulai Terintegrasi Bulan Ini

Pembangunan Tol Becakayu rute Casablanca-Cipinang Melayu Terus Dikebut
Perbesar
Aktivitas pekerja menggunakan kendaraan alat berat menyelesaikan pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 1a rute Casablanca-Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (10/4). Pembangunan Tol yang memiliki panjang jalur 3,5 kilometer tersebut terus dikebut. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, menargetkan tiga ruas tol secara tarif akan terintegrasi pada Maret 2020. Ketiga jalan tol tersebut yakni Tol Jakarta-Cikampek (Japek) eksisting, Tol Japek II Elevated dan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

"Kami tetap mengharapkan bulan Maret ini bisa tuntas. Beberapa waktu lalu kita harapkan kuartal pertama (2020) itu bisa tuntas soal integrasi tarif antara Jakarta-Cikampek, Jakarta-Cikampek elevated dan juga Becakayu," ujarnya di Jakarta, Senin (9/3/2020).

Danang mengatakan, tarif ketiga ruas tol itu akan sah terintegrasi pasca Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengeluarkan surat keputusan terkait integrasi sistem transaksi.

"Meskipun mereka belum selesai, tapi kan kita sudah bisa prediksi koneksinya ke mana, sharing traffic-nya akan seperti apa, sharing pendapatan nanti akan seperti apa. Sambil proses yang sama ada perbaikan peraturan menteri mengenai integrasi sistem transaksi," tuturnya.

Tak hanya Tol Becakayu serta Tol Japek Layang dan eksisting saja yang secara tarif terintegrasi, rencananya akan ada ruas tol tambahan yakni Tol Jakarta-Cikampek II Selatan sepanjang 62 km yang akan mengikuti.

"Kemungkinan nanti kalau Jakarta-Cikampek Selatan juga akan selesai, kita juga akan lakukan integrasi. Itu nanti akan kita lihat secara bersama-sama 4 ruas. Japek, Japek Elevated, Becakayu, dan Japek Selatan," ungkap dia.

Namun begitu, penentuan tarif di Tol Japek II Selatan belum akan segera terintegrasi, lantaran pengerjaan proyek jalan tol tersebut baru akan selesai sepenuhnya pada 2 tahun mendatang.

"Kalau yang Japek Selatan kan masih lama, masih dua tahun lagi. Nanti pada dua tahun berikutnya kalau dia sudah nanti akan kita review bersama-sama dengan penyesuaian tarif berikutnya. Sementara tiga ruas," pungkas Danang. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓