Indonesia Positif Corona, Pasar Swalayan di Tanjung Barat Diserbu Warga

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 03 Mar 2020, 09:30 WIB
Diperbarui 03 Mar 2020, 09:30 WIB
Suasana sebuah Pasar Swalayan yang ada di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, yang dipadari pengunjung pada Senin (2/3/2020).
Perbesar
Suasana sebuah Pasar Swalayan yang ada di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, yang dipadari pengunjung pada Senin (2/3/2020).

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat memborong barang kebutuhan sehari-hari di pasar swalayan usai pemerintah mengumumkan terdapat dua Warga Negara Indonesia (WNI) positif Virus Corona (Covid-19).

Pantauan Liputan6.com, di sebuah pasar swalayan yang ada di kawasan Tanjung Barat, Jakarta, Senin (2/3/2020) malam, terlihat kerumunan warga yang memborong bahan makanan.

Hingga pukul 22.30 WIB, mesin kasir masih mencetak nominal penjualan di struk tagihan pembeli. Padahal jika dalam kondisi normal, biasanya pasar swalayan tersebut tutup pukul 22.00.

"Biasanya jam 10 (malam tutupnya)," kata seorang petugas pasar swalayan sambil sibuk merapikan barang.

Namun sudah lewat dari waktu normal pasar swalayan tersebut belum tutup. Troli-troli berisi barang kebutuhan pokok menggunung dan mengular sepanjang lorong rak barang yang dijual.

Seorang petugas lain mengakui, kondisi pasar swalayan tempatnya bekerja pada Senin malam ini tidak seperti biasanya. "Bahkan kalau libur Sabtu-minggu biasanya juga enggak seramai ini," ujarnya.

Penuhnya pengunjung dan banyaknya barang yang dibeli dari pasar swalayan tersebut, tentunya berdampak pada lama waktu antrean di kasir hingga berjam-jam. "Saya antre sudah dua jam," tutur seorang pengunjung sambil membantu memasukkan barang belanjaannya ke kantung belanja.

Kepadatan terurai setelah satu-persatu pengunjung menyelesaikan transaksi. Hingga pukul 23.00 WIB pasar swalayan tersebut sudah tampak lowong dan beberapa lampu sudah redup.