KCIC Bakal Karantina Pekerja China di Proyek Kereta Cepat

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 02 Mar 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 02 Mar 2020, 14:30 WIB
Rampung 2021, Begini Wujud Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Pekerja memantau pembangunan terowongan (tunnel) 2 proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Desa Bunder, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (30/3). Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu proyek infrasturuktur yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC telah memberlakukan prosedur sangat ketat terhadap para pekerja China yang masuk ke Indonesia. Cara yang dilakukan melalui proses karantina selama dua pekan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

"Begitu masuk ke Indonesia pun, tenaga kerja China itu harus menjalani karantina selama dua pekan," ujar Direktur TOD dan Legal KCIC, Dwi Windarto seperti dikutip dari Antara, Senin (2/3/2020).

Dwi mengatakan bahwa para tenaga kerja China proyek kereta cepat yang kembali lagi ke Indonesia, kalaupun ada, harus menggunakan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan KITAS tersebut harus terdapat sertifikasi kesehatan dari pemerintah China.

"Walaupun mereka sudah dapat sertifikasi kesehatan dari pemerintah China, mereka harus dikarantina selama dua pekan saat masuk ke Indonesia. Prosedurnya memang begitu," katanya.

2 dari 3 halaman

Bantah Terganggu Corona, Menhub Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Kelar 2021

(Foto:Liputan6.com/Maulandy Rizki)
Perbesar
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto:Liputan6.com/Maulandy Rizki)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pemerintah tetap berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021, sekalipun di China sedang dilanda wabah Virus Corona atau Covid-19.

"Saya tegaskan di sini bahwa pemerintah tetap mentargetkan proyek kereta cepat ini selesai akhir 2021. Soal ada virus Corona di China, kita tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya tenaga dan peralatan dari China," kata Menteri Perhubungan Budi Karya di Purwakarta seperti mengutip Antara, Minggu (23/2/2020).

Hal tersebut dikatakan saat meninjau kemajuan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yamg juga dihadiri Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirut PT KAI (Persero) Edy Sukmoro.

Dikatakan Menhub, dari hasil peninjauan langsung dan laporan yang diterima, semua pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan target sehingga target selesai akhir 2021 optimistis tercapai.

Menhub menegaskan pula sekalipun proyek kereta cepat ini merupakan kerja sama dengan China, namun hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan proyek, termasuk ada tenaga ahli dan peralatan dari China.

"Sekali lagi saya katakan target proyek selesai akhir 2021 akan tercapai," tegas dia.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategi Nasional yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berdasarkan informasi dari PT KCIC, hingga saat ini progres pembangunan mencapai 43,45 persen.

Saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 tunnel atau terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 kilometer. Rencananya, akan ada empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung.

Dari jalur tersebut sebanyak 80 kilometer dibangun layang. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit.

Dengan keberadaan Kereta ini, waktu tempuh Jakarta – Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 kilometer per jam.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓