Pemerintah Ajak Swasta Kembangkan Ekonomi Sirkular di Indonesia

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Feb 2020, 14:30 WIB
Diperbarui 24 Feb 2020, 14:30 WIB
Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Perbesar
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus meminta dukungan berbagai negara agar mampu mengembangkan konsep ekonomi sirkular di Indonesia. Ekonomi sirkular merupakan model ekonomi baru dapat lebih meningkatkan pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengatasi perubahan iklim pada saat yang bersamaan.

Terbaru, Pemerintah RI melalui Kementerian PPN/Bappenas pada hari ini menjalin kemitraan dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) dan Denmark untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.

Jika konsep ini berhasil terwujud, maka pemerintah akan memberi mandat sepenuhnya kepada swasta selaku pihak pengembang ekonomi sirkular di Tanah Air.

"Ini betul-betul swasta yang melakukan, full industri. Kita memfasilitasi, membuat regulasinya, memberikan reward kepada yang berhasil, dan sebagainya," ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Arifin menyampaikan, pemerintah dan swasta dalam waktu dekat ini bakal menginisiasi banyak sekali proyek terkait pengembangan ekonomi sirkular.

 

2 dari 3 halaman

Ramah Lingkungan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017  Optimis Capai 5,3 Persen
Perbesar
Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Yang terdekat, ia menambahkan, pemerintah akan mengajak teman-teman swasta untuk mendaur ulang produknya menjadi lebih ramah lingkungan.

"Jadi lebih banyak aktornya swasta dibanding pemerintah. Pemerintah sebagai regulator, fasilitator, inisiator, bukan pemerintah yang melakukan," kata dia.

"Tapi kita buat regulasinya, memfasilitasi, membuat pilot-nya, tapi kita duduk bareng dengan teman-teman private sector," dia menambahkan.

Bila Indonesia berhasil mengimplementasikan skema ekonomi sirkular, Arifin tak ragu negara-negara lain di luar Denmark akan turun tangan membantu, baik secara teknologi maupun pendanaan.

"Ini (sirlular ekonomi) kan bagian dari Sustainable Development Goals. Negara yang ikut SDG's pasti mendukung ini semua. Tapi yang menyatakan secara langsung untuk membantu baru Denmark yang resmi," tukas Arifin.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓