Denmark Beri Dana ke Indonesia USD 540 Ribu untuk Terapkan Ekonomi Sirkular

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 24 Feb 2020, 13:45 WIB
Diperbarui 24 Feb 2020, 13:45 WIB
PPN/Bappenas jalin kemitraan dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) dan Denmark untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.
Perbesar
PPN/Bappenas jalin kemitraan dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) dan Denmark untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian PPN/Bappenas jalin kemitraan dengan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Development Programme/UNDP) dan Denmark untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan proses penandatanganan antara Kepala Perwakilan UNDP Christophe Bahuet dan Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lea Wermelin, disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Pada kesepakatan multilateral ini, Denmark akan menyerahkan pendanaan secara tak langsung kepada Indonesia melalui UNDP. Berdasarkan informasi yang didapat Liputan6.com, nominal pendanaannya mencapai DKK 3,7 juta atau sekitar USD 540 ribu.

Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa dalam sambutannya mengatakan, konsep ekonomi sirkular sebagai model ekonomi baru dapat lebih meningkatkan pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja baru, dan mengatasi perubahan iklim pada saat yang bersamaan.

"Model ekonomi sirkular adalah kunci untuk mencapai nol polusi dan lingkungan yang bebas limbah beracun ketika Indonesia memulai ekonomi berbasis industri dan jasa dalam dekade berikutnya. Pemerintah Indonesia dengan senang hati menyambut inisiatif yang sangat dibutuhkan ini yang akan memudahkan transisi dari ekonomi berbasis sumber daya alam," ucap dia.

 

2 dari 2 halaman

Berhasil Terapkan

Sementara Menteri Lingkungan Hidup Denmark Lea Wermelin menyampaikan, negaranya telah berhasil menerapkan strategi ekonomi sirkular. Melalui inisiatif ini, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengadopsi strategi nasional tentang ekonomi sirkular, dimana Indonesia dapat meningkatkan daya saing untuk menarik investasi sektor swasta.

"Transisi ke ekonomi sirkular adalah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan. Penting tidak hanya bagi lndonesia, tetapi juga bagi semua negara di dunia, dan kita harus mengambil langkah lebih cepat untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam dan berpikir lebih cerdas dengan sumber daya yang telah digunakan," imbuhnya.

"Saya sangat senang lndonesia mengambil inisiatif ini untuk merumuskan strategi ekonomi sirkulea, dan saya senang Denmark dan UNDP dapat mendukung langkah pertama dalam transisi ini," kata Wermelin.

Lanjutkan Membaca ↓