Bantah Terganggu Corona, Menhub Tegaskan Kereta Cepat Jakarta Bandung Kelar 2021

Oleh Liputan6.com pada 23 Feb 2020, 14:39 WIB
Diperbarui 23 Feb 2020, 14:39 WIB
(Foto:Liputan6.com/Maulandy Rizki)
Perbesar
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Foto:Liputan6.com/Maulandy Rizki)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menegaskan pemerintah tetap berkomitmen proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai target selesai pada akhir 2021, sekalipun di China sedang dilanda wabah Virus Corona atau Covid-19.

"Saya tegaskan di sini bahwa pemerintah tetap mentargetkan proyek kereta cepat ini selesai akhir 2021. Soal ada virus Corona di China, kita tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya tenaga dan peralatan dari China," kata Menteri Perhubungan Budi Karya di Purwakarta seperti mengutip Antara, Minggu (23/2/2020).

Hal tersebut dikatakan saat meninjau kemajuan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yamg juga dihadiri Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirut PT KAI (Persero) Edy Sukmoro.

Dikatakan Menhub, dari hasil peninjauan langsung dan laporan yang diterima, semua pengerjaan proyek berjalan sesuai dengan rencana dan target sehingga target selesai akhir 2021 optimistis tercapai.

Menhub menegaskan pula sekalipun proyek kereta cepat ini merupakan kerja sama dengan China, namun hal tersebut tidak mengganggu pelaksanaan proyek, termasuk ada tenaga ahli dan peralatan dari China.

"Sekali lagi saya katakan target proyek selesai akhir 2021 akan tercapai," tegas dia.

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan Proyek Strategi Nasional yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berdasarkan informasi dari PT KCIC, hingga saat ini progres pembangunan mencapai 43,45 persen.

Saat ini PT KCIC tengah mengerjakan sebanyak 13 tunnel atau terowongan. Sementara progres pembebasan lahan mencapai 99,96 persen.

Kereta Cepat Jakarta Bandung akan memiliki panjang mencapai 142,3 kilometer. Rencananya, akan ada empat stasiun pemberhentian, yakni Stasiun Halim, Karawang, Walini, hingga Tegalluar, Bandung.

Dari jalur tersebut sebanyak 80 kilometer dibangun layang. Sedangkan, sisa jalur Kereta Cepat Jakarta Bandung digarap di atas tanah yang di antaranya melalui tunnel atau terowongan yang menembus bukit.

Dengan keberadaan Kereta ini, waktu tempuh Jakarta – Bandung akan lebih cepat yaitu sekitar 46 menit dengan kecepatan sekitar 350 kilometer per jam.

2 dari 2 halaman

Virus Corona Hambat Pengerjaan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung

Rampung 2021, Begini Wujud Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung
Perbesar
Aktivitas pekerja saat menyelesaikan pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Desa Bunder, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (30/3). Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung pada 2021. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan pengerjaaan proyek kereta cepat Jakarta - Bandung terganggu wabah Virus Corona.

"Masalah Corona jangan terlalu lama, jadi kita bisa datangin orang (pekerja)," ujar dia setelah rapat bersama para menteri di Gedung Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Hal ini terkait kebijakan pemerintah Indonesia yang masih melarang seluruh penerbangan dari dan ke China terhitung 4 februari 2020.

Imbas dari ini, lebih dari 300 pekerja China yang terdiri dari berbagai level jabatan, belum kembali ke Indonesia. Alhasil, kondisi berdampak pada terganggunya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Semua level dari project director, project manager, set manager, engineer, sampai kosultan juga ada," jelas dia.

Kendala lain, sulitnya mendatangkan material asal China, seperti waterproofing dan waterstop. itu karena banyak perusahaan yang berhenti beroperasi akibat Corona di China.

"Di sana produksi pabrik belum hidup itu kendala, itu material dari sana terbatas," ungkap dia.

Untuk itu, Chandra mendorong pihak kontaraktor untuk tidak bergantung dengan tenaga kerja asal China dalam menyelesaikan mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Saya sedang tekankan ke kontrakator, kalau mereka nggak datang bagaimana caranya?, bikin plan sesuai saat ini," pungkas dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓