Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia Perlu Belajar dari China

Oleh Liputan6.com pada 22 Feb 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 22 Feb 2020, 19:30 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 2020 Kembali Meleset dari Target
Perbesar
Deretan gedung bertingkat terlihat dari jendela gedung pencakar langit di kawasan Jakarta, Kamis (26/12/2019). Pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan di kisaran 5,2%, berada di bawah target APBN 2020 sebesar 5,3%. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nur Hidayati mengatakan pemerintah Indonesia harus belajar dari negara China yang terlalu memfokuskan pada pertumbuhan ekonomi semata.

"Kita lihat dampak pertumbuhan ekonomi yang tinggi sudah China contohkan, berdampak pada tingkat pencemaran polusi yang tinggi," tegas dia seusai mengisi acara di salah satu radio di The Maj Senayan, Jakarta, Sabtu, (22/2).

Dia mengingatkan bahwa jangan terlena dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sebab ada kerugian besar yang luput dari perhatian, yaitu kerusakan lingkungan.

"Ekonomi China sempat tumbuh double digit, menyebabkan tingkat polusi udara yang tinggi," ungkap dia.

Untuk menekan angka polusi udara, pemerintah China berani menekan laju pertumbuhan ekonomi dengan memperketat pemberian izin usaha, bahkan berani menutup industri yang terbukti tidak ramah lingkungan.

"Kemudian Xi Jinping membuat kebijakan menurunkan growth ekonominya, dengan aturan lingkungan yang ketat dengan menutup industri kotor," tegas dia.

Kebijakan lainnya yang dilakukan pemerintah China, ialah memindahkan perusahaan yang tidak ramah lingkungan ke luar negaranya, termasuk Indonesia.

"Industri kotor dibawah ke indonesia, seperti semen yang membawa banyak polusi, di China udah ga di bangun semen lagi," pungkas dia.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

WALHI Dorong Pemerintah Lakukan Reforma Agraria

Lahan seluas 72 hektare yang tengah diperjuangan warga Cikuya, Bantar, Wanareja, Cilacap, sebagai Tanah Objek Reforma agraria (TORA). (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Lahan seluas 72 hektare yang tengah diperjuangan warga Cikuya, Bantar, Wanareja, Cilacap, sebagai Tanah Objek Reforma agraria (TORA). (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nur Hidayati mengatakan pemerintah harus melakukan reforma agraria secepatnya.

"Sebenernya kebijakan pemerintah untuk melakukan reforma agraria, itu harus," tegas dia di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (22/2).

Untuk menyukseskan program reforma agraria. Dia mendorong pemerintah agar memberikan kebijakan yang dapat memberdayakan masyarakat di daerah.

"Seperti redistribusti tanah, redistribusi sumber daya, diberikan kepada kelompok- masyarakat," papar dia.

Jika kebijakan ini dapat diterapkan dengan baik. Berdampak pada meningkatnya produktivitas ekonomi masyarakat dan dapat menciptakan laapngan kerja baru.

"Masyarakat memudian akan berproduksi dan menciptakan lapangan kerja sendiri," imbuh dia.

Selain itu, melalui reforma agraria dapat merubah skema penguasaan tanah di banyak daerah yang selama ini dikuasai oleh lemilil modal semata.

"Karna selama ini kan kosentrasi penguasaan tanah ada di segelintir pengusaha," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓