Indonesia Bakal Kerjasama Soal Persenjataan dengan UEA

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 21 Feb 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 21 Feb 2020, 16:00 WIB
Ketika Tiga Menteri Berswafoto Usai Penandatanganan Kerja Sama Antarbank

Liputan6.com, Jakarta - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan siang ini menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto di kantornya.

Pertemuan ini untuk membahas rencana kerja sama bidang persenjataan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Kita ngomong-ngomong saja. Dia mau pergi ketemu Menhan Abu Dhabi. Tanggal 24 Februari ada pertemuan di sana. Ada rencana kerja sama mengenai drone, mengenai persenjataan," kata Luhut Pandjaitan yang ditemui seusai pertemuan itu di kantornya di Jakarta seperti dikutip Antara, Jumat (21/2/2020).

Menurut Luhut Pandjaitan, ia memang membuka komunikasi dengan pihak Abu Dhabi (UEA). Ada pun tindak lanjut eksekusi kerja sama akan dilakukan oleh menteri atau pihak terkait.

 

2 dari 3 halaman

Pengadaan Amunisi

Suasana Pameran Senjata di Indo Defence 2014
Seorang pengunjung melihat senjata laras panjang buatan Pindad di Indo Defence 2014, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/11/2014)(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Purnawirawan Jenderal TNI itu menjelaskan rencana kerja sama nantinya meliputi pembuatan drone oleh pihak Indonesia. Kerja sama juga meluas ke bidang dirgantara hingga persenjataan, termasuk soal amunisi.

"Jadi kita buatkan drone. Mereka (Abu Dhabi) ingin joint venture dengan pengembangan teknologi (Indonesia). Kita pengen bikin yang canggih," ujar Luhut Pandjaitan.

Seusai pertemuan, Prabowo sendiri langsung bergegas menuju mobil Toyota Alphard putihnya. Meski sempat menjawab pertanyaan dari awak media, ia tidak menyinggung soal rencana kerja sama dengan Abu Dhabi yang dibahasnya bersama Luhut Pandjaitan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓
Penampakan Mobil Baru Christiano Ronaldo Senilai Rp 145 Miliar