Harga Rawit Merah Turun, Cabai Keriting Tembus Rp 50 Ribu per Kg

Oleh Liputan6.com pada 21 Feb 2020, 14:15 WIB
Diperbarui 21 Feb 2020, 14:15 WIB
Harga cabai. Liputan6.com/Danar

Liputan6.com, Jakarta - Harga cabai sedang tidak kompak, harga rawit merah turun dari Rp 60 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Sedangkan, harga cabai keriting justru naik dari Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu per kg. Harga tersebut berlaku di Pasar Kemiri, Depok, Jawa Barat pada Jumat (21/2).

Kenaikan harga biasa dipengaruhi oleh cuaca atau curah hujan yang tinggi. Berhubung suplai cabai dari penjual pasar merupakan pasokan dari Bogor, Jawa Barat dengan curah hujan yang cukup tinggi.

“Harga cabai sedang tidak terlalu banyak naikmya, yang naik hanya cabai keriting. Cabai rawit merah justru turun. Biasanya harga naik gara-gara cuaca, ya pengaruh hujan juga,” ujar salah satu penjual di Pasar Kemiri, Agni (19).

Meski harga cabai sedang tidak stabil, harga bawang justru stabil. Harga per kilogramnya terpantau normal di angka Rp 25 ribu rata-ratanya, dan disesuaikan dengan kualitas bawang tersebut.

2 dari 3 halaman

Pembeli di Pasar Meningkat

Harga Bawang Putih dan Cabai Melejit
Aktivitas jual beli di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Harga cabai dan bawang putih mengalami kenaikan hingga mencapai dua kali lipat akibat musim hujan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Biasanya, dengan naiknya harga cabai atau bawang, pembeli justru meningkat. Dalam sehari penjual rata-rata menjual 20 kg. Bila harga sedang naik, bisa terjual hingga 30 kg per harinya.

“Kalau harga naik, pembeli biasanya banyak yang ke pasar. Penjual sayur keliling jual dengan harga mahal, mereka kurang percaya. Makanya mereka pilih beli di pasar untuk buktiin harga sendiri,” ujar penjual lain di Pasar Kemiri, Ace (25).

 

Reporter : Danar Jatikusumo

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓