BRI Bagikan Dividen Rp 20,6 Triliun

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 18 Feb 2020, 18:42 WIB
Diperbarui 18 Feb 2020, 18:42 WIB
BRI dan BRI Syariah Akselerasi Implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui pembayaran dividen sebesar 60 persen dari laba bersih 2019 yang sebesar Rp 34,4 triliun. Kesepakatan itu dilakukan saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 di Gedung BRI 1, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menjelaskan, berdasarkan hitungan tersebut, dividen yang dibagikan BRI tahun ini sebesar Rp 20,6 triliun atau sekitar Rp 168,1 per lembar saham.

"Angka ini naik 27,2 persen dibandingkan dengan dividen yang dibagikan BRI pada tahun lalu sebesar Rp 16,2 Triliun atau sekitar Rp 132,2 per lembar saham. Sedangkan Earning Per Share (EPS) perseroan di tahun 2019 sebesar Rp 279, naik 6,1 persen dibandingkan EPS tahun 2018 sebesar Rp 263," terangnya.

Selain pembagian dividen, Sunarso melanjutkan, rapat tersebut juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019.

Serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit, menyetujui Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019, dan mengesahkan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit.

2 dari 3 halaman

Pengunaan Dana

Agen BRILink Faktor Masyarakat Makin Jarang Pergi ke Kantor Bank
(Foto:@Bank BRI)

Di sisi lain, RUPST juga menerima laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019.

"RUPS juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Dewan Komisaris berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2019, dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2020," tutur Sunarso.

Selain itu, RUPS memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Direksi berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2019, dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2020.

Hasil RUPS juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan, serta Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓