Agen BRILink Dorong BRI Makin Efisien

Oleh Reza pada 13 Feb 2020, 16:23 WIB
Diperbarui 13 Feb 2020, 16:35 WIB
Bank BRI

Liputan6.com, Jakarta Kinerja Agen BRILink yang tumbuh positif tidak hanya memberikan pendapatan bagi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Akan tetapi, juga mampu mendorong efisiensi di tubuh perseroan melalui pengurangan kantor cabang konvensional. Hingga akhir Desember 2019, pertumbuhan jumlah Agen BRILink berbanding terbalik dengan jumlah kantor cabang BRI.

Di akhir tahun 2017, jumlah Agen BRILink sebanyak 279.750 orang dengan 202 juta transaksi finansial, di tahun berikutnya naik menjadi 401.550 orang dengan 378 juta transaksi finansial dan di akhir 2019 tercatat 422.160 orang dengan transaksi finansial mencapai 521 juta. Sementara itu, jaringan kantor konvensional milik Bank BRI mengalami penurunan antara tahun 2017 hingga 2019. Tahun 2017, BRI tercatat memiliki 10.646 kantor, di tahun 2018 berkurang menjadi 9.647 kantor dan di akhir 2019 kembali berkurang menjadi 9.618 kantor.

Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto tak menampik bahwa keberadaan Agen BRILink perlahan mulai mengurangi peran kantor cabang konvensional. “Hal tersebut erat dengan pengembangan fitur Agen BRILink yang kian semakin lengkap dan terintegrasi sehingga masyarakat semakin dimudahakan dalam bertransaksi. Di sisi lain, perkembangan teknologi yang kian pesat juga membuat masyarakat semakin mudah mengakses layanan perbankan BRI melalui Mobile Banking BRI dan Internet Banking BRI sehingga secara alami akan mengurangi transaksi perbankan di kantor cabang,” imbuh Amam.

Hingga akhir tahun 2019, tercatat transaksi di kantor cabang BRI mencapai 10,1% dari seluruh total transaksi atau turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 14,9%.

Amam menambahkan, berkurangnya jumlah kantor cabang membuat perseroan semakin efisien karena mengurangi biaya operasional. “Sedangkan untuk para pekerjanya, kita berdayakan dari semula berada di lini support menjadi lini bisnis, sehingga dari semula cost center menjadi profit center yang in line dengan strategi perusahaan,” pungkas Amam. 

 

(*)