Penerimaan Pajak 2019 Tak Sesuai Harapan

Oleh Liputan6.com pada 11 Feb 2020, 20:24 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 20:24 WIB
20160930-Tax-Amnesty-Jakarta-AY
Perbesar
Sejumlah orang menunggu untuk mengikuti program tax amnesty di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (30/9). Hari terakhir ‎program tax amnesty banyak masyarakat memadati kantor pajak. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Penyuluhan dan Pelayanan Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama menyebut penerimaan pajak 2019 tumbuh tipis.

"Kan kita sudah banyak disampaikan termasuk ibu menteri (Sri Mulyani), penerimaan pajak 2019 tidak turun, tumbuh tetep, tapi tidak sesuai yang diharapkan," tegasnya saat mengegelar diskusi bersama awak media di Gedung Direktorat Pajak, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut, Ia merincikan angka perbandingan penerimaan pajak antara tahun 2018 dengan 2019.

"Ada tumbuh 1,4 persen atau senilai Rp. 1.332 triliun di banding 2018 sebesar Rp.1.315 triliun, itu pajak ada pertumbuhan memang kecil banget hanya 84,4 persen, tapi tidak turun," tegasnya.

Reporter: Sulaeman 

Sumber: Merdeka.com

 

2 dari 3 halaman

Penyebabnya

Pajak
Perbesar
Ilustrasi Foto Pajak (iStockphoto)

Hestu pun membeberkan faktor penyebab tidak tercapainya penerimaan pajak pada tahun 2019.

"Banyak faktor ekonomi kurang mendukung mengejar penerimaan pajak, itu perang dagang antara Amerika dan China itu real mempengaruhi ekonomi indonesia, banyak eksportir tertahan," paparnya.

Selain itu, Ia juga menyebut faktor lainnya adalah harga sawit yang tidak menggembirakan sepanjang tahun 2019.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by