Bisnis Kantor Luar Negeri Bank Mandiri Raup Untung Rp 1,3 Triliun di 2019

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 11 Feb 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 11 Feb 2020, 19:30 WIB
Transaksi Elektronik Bank Mandiri Capai 3,1 Triliun
Perbesar
Nasabah melakukan transaksi elektronik perbankan melalui ATM di Jakarta, Selasa (4/2/2020). Dari nilai tersebut, penopang utama transaksi e-channel Mandiri adalah jaringan ATM dengan jumlah 967 transaksi dan Mandiri Online dengan 400 juta transaksi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri mencatatkan selama 2019 berhasil mencatat laba bersih kantor luar negeri (KLN) hingga USD 92,62 juta atau sebesar Rp1,3 triliun, walaupun menghadapi ketidakpastian global yang antara lain adanya isu perang dagang dan Brexit.

Menurut Direktur Treasury, International Banking & Special Asset Management Bank Mandiri Darmawan Junaidi, perolehan tersebut merupakan kontribusi laba terbesar dalam 5 tahun terakhir dengan rerata pertumbuhan per tahun sebesar 25 persen.

Pendapatan jasa atau Fee Based Income pun naik menjadi USD 52,22 juta atau sekitar Rp731 miliar dari USD 11,67 juta sejak tahun 2015.

“Kami ingin memperkuat bisnis kantor luar negeri dengan perluasan target pasar dan optimalisasi jaringan Bank Mandiri Group. Jika awalnya target pasar kami membantu pebisnis Tanah Air ke luar negeri, kini kami menyasar Indonesian Related Global Trading Company, Sindikasi global serta Supply Chain Indonesian Link customers, termasuk memfasilitasi aliran bisnis di negara dimana KLN Bank Mandiri berada,” kata Darmawan dalam keterangannya, Selasa (11/2/2020).

 

2 dari 3 halaman

7 Kantor Luar Negeri

Bank Mandiri Eror
Perbesar
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Saat ini Bank Mandiri memiliki 7 KLN yakni di Malaysia, Singapura, Timor Leste, Hongkong, Tiongkok, Cayman Island dan UK. Dari aspek risiko, KLN Bank Mandiri mampu menjaga kualitas aset produktif melalui upaya pemberian kredit secara selektif sehingga NPL dapat ditekan dari 1,42 persen pada 2015 menjadi 0,12 persen pada 2019 dan meningkatkan sumber pendanaan dari pasar setempat

“Kinerja baik KLN Bank Mandiri dalam lima tahun ini tidak hanya dicapai melalui sinergi strategis dengan perusahaan anak, namun juga dengan berbagai unit kerja di kantor pusat maupun di antara KLN itu sendiri. Dan dalam mengeksekusi perluasan pasar ini, kami cukup percaya diri karena memiliki dua perusahaan anak yang cukup kuat di pasar Singapura yaitu Mandiri Securities Singapore dan Mandiri Investment Management Singapore,” ujar Darmawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓