Tak Mampu Bangkit, IHSG Tersungkur ke 5.952,08

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 10 Feb 2020, 16:13 WIB
Diperbarui 10 Feb 2020, 16:13 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan awal pekan ini. Sejak awal perdagangan IHSG tak mampu bangkit ke zona hijau dan terus terpuruk.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (10/2/2020), IHSG ditutup melemah 47,52 poin atau 0,79 persen ke posisi 5.952,08. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,89 persen ke posisi 968.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.996,46 dan terendah 5.937,38.

Sebanyak 294 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 121 saham menguat dan 124 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 404.261 kali dengan volume perdagangan 6,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,2 triliun.

Investor asing jual saham Rp 44,45 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.695.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruh sektor terbakar. Dimana pelemahan dipimpin sektor perkebunan yang tergelincir 3,37 persen. Disusul sektor aneka industri melemah 2,46 persen dan sektor industri dasar turun 1,33 persen.

Saham-saham yang melemah dan mendorong IHSG di zona merah diantaranya YPAS yang turun 24,12 persen ke Rp 302 per lembar saham, LMSH melemah 21,05 persen ke Rp 300 per lembar saham dan POLA turun 17,89 persen ke Rp 78 per lembar saham.

Sedangkan saham yang menguat antara lain TAMA naik 69,14 persen ke Rp 296 per saham, PURA naik 34,03 persen ke Rp 256 per saham dan PTIS naik 24,66 persen ke Rp 91 per saham.

2 dari 3 halaman

Pembukaan Hari Ini

IHSG
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah di angka 13.706 per dolar AS.

Pada prapembukaan perdagangan, Senin (10/2/2020), IHSG turun 6,23 poin atau 0,10 persen ke level 5.993,37. Sementara pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG semakin tergelincir hingga 45 poin atau 0,75 persen ke level 5.954,60.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,21 persen ke posisi 974,96. Indeks saham acuan mayoritas bergerak di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 5.996,46 dan terendah di 6953,41.

Sebanyak 115 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 53 saham menguat dan 89 saham lainnya diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 13.472 kali dengan volume perdagangan 110,8 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 134 miliar.

Investor asing jual saham Rp 24,2 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.706 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor keuangan yang turun 1,28 persen. Kemudian disusul oleh sektor perkebunan yang tergelincir 0,84 persen dan sektor industri dasar melemah 0,71 persen.

 

3 dari 3 halaman

Saham yang Melemah dan Menguat

IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Suasana di salah satu ruangan di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham-saham yang melemah sehingga membawa IHSG di zona merah antara lain SMDM turun 8,33 persen menjadi Rp 110 per lembar saham, POLA melemah 7,73 persen menjadi Rp 88 per lembar saham dan MBTO tertekan 7,23 persen menjadi Rp 77 per lembar saham.

Sedangkan saham yang menguat diantaranya TAMA yang melonjak 69,14 persen ke Rp 296 per lembar saham, MTLA menguat 14,13 persen ke Rp 525 per lembar saham dan LUCK naik 11,36 persen ke Rp 980 per lembar saham.

Lanjutkan Membaca ↓