Gandeng Google, Bank BRI Gelar Kompetisi Startup di Tiga Kota

Oleh Reza pada 10 Feb 2020, 14:54 WIB
Diperbarui 10 Feb 2020, 15:02 WIB
Bank gelar kompetisi BRIxGoogle Hackton

Liputan6.com, Jakarta Bank BRI bekerjasama dengan Google menggelar kompetisi BRIxGoogle Hackton, Senin (10/2/2020). Acara tersebut bertujuan untuk mendukung perkembangan digital ekonomi di sektor usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM).

Bertajuk ‘Supporting Indonesia Digital Economy based on Small Medium Enterprises (SME) untuk Indonesia Brilian’ dilaksanakan selama 2 hari (10 – 11 Februari 2020). Tak tanggung-tanggung acara tersebut diselenggarakan di tiga kota Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BRI, Indra Utoyo mengatakan acara ini diharapkan bisa mendorong kolaborasi antara para penggiat teknologi BRI melalui BRIAPI dan Google Cloud dalam membangun teknlogi untuk pengembangan UMKM di Indonesia.

“Kerjasama ini sudah dimulai sejak bulan November lalu menjaring para talent dengan mengusulkan inovasinya. Peserta dikumpulkan di tiga kota dan masing-masing 20 besar yang lolos. Kerjasama melalui Cloud dan Google memfasilitasi itu,” ujar Indra Utoyo.

Mengenai acara itu, Indra melanjutkan para peserta yang lolos telah mengikuti technical meeting di kota tempat peserta terdaftar dan dibekali penjelasan mengenai produk-produk BRI sebagai metode pembayaran, cara integrasi menggunakan BRIAPI dan teknis menggunakan Google Cloud.

“Dalam prosesnya, para peserta kemudian diberikan waktu dua minggu untuk menyempurnakan ide awal sebelumnya menjadi aplikasi yang sudah jadi, menggunakan BRIApi dan Google Cloud,” tutur Indra.

Sebagai informasi BRIAPI adalah produk yang memungkinkan pihak ketiga untuk menggunakan fitur atau fungsi layanan finansial dari Bank BRI dalam platform milik mereka dengan cepat dan aman. Penerapan BRIAPI mengukuhkan Bank BRI menjadi menjadi bank dengan system open API pertama di Indonesia yang bersertifikasi ISO 27001.

“Setiap startup diberi kapasitas dan dukungan untuk melakukan inovasi dan didukung oleh Goggle. Nantinya, platform tersebut bagi BRI bisa melayani lebih baik sektor mikro dan UMKM,” tutur Indra.

Persyaratan kompetisi

Mengenai kompetisi itu, para peserta perlu melalui persyaratan, seperti berusia 17 tahun ke atas, berasal dari kalangan mahasiswa, penggiat start up, freelancer maupun penggiat digital teknologi. Setiap calon peserta merupakan satu tim yang terdiri dari maksimal tiga orang. Persyaratan lainnya, peserta memiliki ketertarikan yang kuat dengan dunia bisnis, teknologi dan start up.

Para peserta yang telah terpilih melalui seleksi, mempresentasikan aplikasi atau platform bikinannya di hadapan para juri. Selain itu, para peserta juga berkesempatan untuk mengikuti coaching clinic bersama tim BRI dan Google Indonesia.

Setelah menjalani tahapan coaching, presentasi dan penjurian, pada hari kedua diumumkan tiga pemenang utama BRIxGoogle Hackaton di masing-masing kota. Pemenang pertama, berhak mendapatkan uang senilai Rp 35 juta per tim dan BRIZZI Rp 500 ribu per orang.

Sedangkan pemenang kedua akan memperoleh uang sebanyak Rp 25 juta per tim dan BRIZZI Rp 500 ribu per orang, kemudian untuk pemenang ketiga mendapatkan uang sebesar Rp 15 juta per tim dan BRIZZI Rp 500 ribu per orang.

 “Acara ini merupakan rangkaian Hackaton yang dilakukan Google untuk mengoptimasi para start up agar lebih mudah mengintegrasikan dengan sistem BRI. Kami berharap para pelaku ekonomi digital mampu mendukung upaya digitalisasi ekonomi dengan pemberdayaan UMKM. Selain itu kegiatan ini diharapkan akan memunculkan aplikasi-aplikasi yang mampu menjawab permasalahan para pelaku UMKM dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum,” pungkas Indra.

 

(*)