Gelontorkan Rp 1,4 Triliun, Arab Bantu Indonesia Tingkatkan Produktivitas Petani dan Nelayan

Oleh Athika Rahma pada 10 Feb 2020, 13:55 WIB
Diperbarui 10 Feb 2020, 13:55 WIB
Bappenas menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Indonesia Mecca Tower dengan PT Bayarind Artha Internusa (Bayarind).
Perbesar
Bappenas menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Indonesia Mecca Tower dengan PT Bayarind Artha Internusa (Bayarind).

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Indonesia Mecca Tower dengan PT Bayarind Artha Internusa (Bayarind). MoU ini untuk mendukung pelaksanaan Proyek Prioritas Strategis RPJMN 2020-2024.

Hadir sebagai saksi penandatanganan MoU, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan hal ini merupakan bentuk kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi, dimana Arab saudi menyalurkan bantuannya dalam bentuk pembiayaan. Kali ini, pihak Arab menggelontorkan Rp 1,4 triliun untuk memfasilitasi produksi, distribusi dan pemasaran produk pertanian dan perikanan secara digital.

"Nilainya sekitar Rp 1,4 triliun. Ini dilakukan dalam rangka menaikkan cara kerja petani dan nelayan, makanya kita fasilitasi. Mereka tidak boleh tertinggal oleh digitalisasi, baik on farm maupun off farm," ujar Suharso di Gedung Bappenas, Senin (10/02/2020).

Secara rinci, Arab Saudi menunjuk Indonesia Mecca Tower dan Bayarind, fintech P2P lending yang akan membantu petani dan nelayan memanfaatkan ekosistem digital mulai dari membeli pupuk, bibit, alat-alat panen dan lainnya dalam satu dompet digital (wallet).

Untuk bantuan lain, Suharso belum dapat membeberkan detailnya. Namun, dirinya menyatakan Indonesia tidak tertutup jika Arab berniat untuk ikut serta lagi, atau bahkan jika ada negara lain yang ingin ikut serta memberi hibah untuk pembangunan Indonesia.

"Indonesia sih terbuka, saya enggak bisa katakan spesifik, ini terbuka siapa saja yang mau terlibat dalam pembangunan Indonesia. Bappenas kan jadi tempat dimana pinjaman dan bantuan dari luar negeri dimasak," jelas dia. 

"Kita lihat apakah prudent, apakah benar pelaksanaannya, dan ini kan antara swasta dengan swasta jadi nggak akan diambil pemerintah (bantuannya)," kata Suharso mengakhiri.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓