Ada Genangan Air, KRL Menumpuk di Stasiun Gambir hingga Jakarta Kota

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 08 Feb 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 08 Feb 2020, 11:20 WIB
Malam Tahun Baru, KRL Beroperasi Hingga Dini Hari

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia memohon maaf atas kendala perjalanan yang terjadi di lintas Jakarta Kota-Kampung Bandan akibat adanya genangan air di jalur rel di sekitar Stasiun Kampung Bandan. Kendala ini terpantau sejak pukul 04.30 WIB Sabtu (8/2) ini.

VP Corporate CommunicationsPT KCI Anne Purba mengatakan, dampak dari genangan tersebut, perjalanan KRL dari Stasiun Kampung Bandan menuju Stasiun Jakarta Kota PP terdapat kelambatan.

"Sementara itu hingga pukul 08.00 WIB empat perjalanan KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok PP dibatalkan," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (8/2/2020).

Sedangkan di lintas antara Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Gambir PP juga terjadi kepadatan untuk pergantian jalur antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh. Untuk itu PT KCI melakukan rekayasa pola operasi KRL.

Sebagian kereta tujuan Stasiun Jakarta Kota diatur hanya sampai Stasiun Manggarai untuk selanjutnya kembali ke Depok/Bogor maupun Bekasi/Cikarang.

"Hal ini ditempuh untuk mengurai kepadatan antrian kereta diantara Stasiun Gambir-Stasiun Jakarta Kota," kata dia.

Para pengguna dihimbau untuk senantiasa mendengarkan informasi dari petugas di dalam KRL maupun di Stasiun terkait Stasiun tujuan akhir dari kereta yang dinaiki. Informasi terkini mengenai perjalanan KRL juga dapat diikuti melalui aplikasi KRL Access.

2 dari 3 halaman

Rel Ditempati Korban Banjir, KRL Tangerang-Duri Belum Operasi Penuh Besok

Penumpang KRL Tembus Hampir 1 juta Orang per Hari
Penumpang berlalu-lalang di peron Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Total jumlah penumpang hingga Oktober 2019 sudah mencapai 81,13 persen dari target tahunan sebanyak 343,5 juta orang. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan Tangerang-Duri mulai akan kembali beroperasi pada Sabtu (4/1/2020) besok setelah sebelumnya mati akibat banjir yang menerjang sejak 1 Januari 2020.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, pihaknya telah menugaskan PT KAI untuk meninggikan bantalan rel sehingga operasional KRL ke depan tidak terganggu genangan air lagi.

"Problemnya memang apabila ada genangan tidak beroperasi. Yang akan datang ingin petakan daerah-daerah rawan banjir ditinggikan. Jadi tempat-tempat tadi akan dilakukan peninggian," jelasnya di Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020).

Dia menerangkan, PT KAI akan meninggikan bantalan jalur rel kereta di sekitar Stasiun Rawa Buaya sepanjang 500 meter dengan ketinggian 75 meter. Pengerjaan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan Februari 2020.

Selain Stasiun Rawa Buaya, Kepala PT KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rusdiansyah mengabarkan, terdapat 4 stasiun KRL Jabodetabek lainnya yang sempat ikut tergenang banjir. Antara lain Stasiun Duri, Stasiun Pesing, Stasiun Grogol, Stasiun Taman Kota, dan Stasiun Bojong Indah.

Kelima stasiun tersebut disebutnya sudah dapat mulai beroperasi Sabtu besok. Meskipun secara jadwal, KRL belum bisa difungsikan seperti biasa.

Salah satu penyebabnya lantaran sebagian jalur rel kereta masih digunakan sebagai tempat hunian sementara bagi pengungsi banjir.

Dadan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk menemukan solusinya.

"Sosialisasi dulu dengan masyarakat saat ini track jalur kiri masih digunakan pengungsi. Kami akan koordinasi dengan pemda setempat apabila belum kering atau masyarakat belum kembali ke daerah masing-masing agar cari solusinya," tuturnya.  

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓