Cerita Luhut, Indonesia Diremehkan Lantaran Tak Punya Senjata Nuklir

Oleh Liputan6.com pada 04 Feb 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 04 Feb 2020, 12:30 WIB
Menperin Airlangga dan Menko Luhut Hadiri Rakorbidnas III Kemaritiman PDIP
Perbesar
Menko Kemaritiman ‎Luhut Binsar Pandjaitan memberi pemaparan dalam Rakorbidnas III Kemaritiman PDIP, Jakarta, Minggu (8/4). Program ini fokus pada pengembangan Industri Maritim Terintegrasi Gotong Royong (IMT GR). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan negara yang kerap membuat gaduh dunia biasanya memiliki senjata nuklir. Mereka kerap membuat negara lain was-was jika sedang bersitegang. Situasi perekonomian pun jadi terpengaruh.

Hal ini disampaikan Luhut setelah menghadiri pertemuan di Davos, Swiss beberapa waktu lalu. Saat pertemuan internasional itu, Luhut mengaku melihat jenderal dari Amerika Serikat, hanya bicara dengan para jenderal dari Korea Utara, dan China.

"Kita enggak dianggap sama dia, dalam hati saya bilang, sialan dia," kata Luhut saat memberikan sambutan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

Setelah melihat itu, Luhut mengaku menghampiri salah satu jenderal tersebut. Dia memperkenalkan diri dan menyampaikan kalau dirinya juga seorang jenderal lulusan Amerika. Luhut juga mengatakan negaranya memiliki kekayaan yang berlimpah ruah.

"You know what? Saya bilang, negara kami punya semua," kata Luhut pada salah satu jenderal itu.

 

2 dari 3 halaman

Pernah Disampaikan ke Jokowi

Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Menko Luhut Beri Keterangan Pers
Perbesar
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberi keterangan pers menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 di Hotel Akmani Jakarta, Senin (20/5/2019). Kepada pihak yang tidak sepakat dengan hasil Pemilu 2019, dipersilahkan mengadukan ke pihak yang berwenang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebagai mantan tentara Luhut mengaku dia sempat terpikir untuk membuat Indonesia memiliki senjata nuklir. Tujuannya agar Indonesia tidak lagi diremehkan oleh negara-negara dunia.

"Dalam hati saya, kalau kita punya nuklir power baru kau takut," ungkapnya kala itu.

Keinginan memiliki membuat senjata nuklir itu sempat disampaikan Luhut kepada Presiden Joko Widodo sepulang dari Davos. Sayangnya, Presiden Jokowi menolak ide tersebut lantaran ingin fokus pada hal lain.

"Tapi satu ketika kami timbang-timbang juga (senjata nuklir)," kata Luhut.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓