Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Dampak Virus Corona ke Ekonomi Dunia

Oleh Septian Deny pada 31 Jan 2020, 08:00 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 08:00 WIB
20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas kenaikan pada pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh kekhawatiran atas dampak potensial pada pertumbuhan ekonomi global dari wabah virus corona yang menyebar cepat di China yang telah menewaskan 170 orang.

Dikutip dari CNBC, Jumat (31/1/2020), harga emas di pasar spot naik 0,35 persen menjadi USD 1.582,61 per ounce, setelah naik 0,7 persen pada Rabu. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,7 persen dari USD 1.587,3 per ounce.

"Keseluruhan berjalan ke emas dan utang pemerintah (obligasi), jauh dari ekuitas, adalah karena kekhawatiran mengenai skala wabah virus," kata Analis SP Angel Sergey Raevskiy.

"Harga tembaga jatuh dari tebing, yang merupakan indikasi bagaimana pasar memandang risiko virus terhadap pertumbuhan ekonomi," ungkap dia.

Dalam hal ini, tembaga sering dianggap sebagai indikator utama kesehatan ekonomi global.

Seorang ekonom pemerintah China pada Rabu pekan ini mengatakan pertumbuhan ekonomi China dapat turun menjadi 5 persen atau bahkan lebih rendah karena wabah virus Corona, yang telah menyebar ke lebih dari 10 negara.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengakui risiko perlambatan jangka pendek di China, termasuk ekonomi AS, mengikuti keputusan bank sentral yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan kembali pada Kamis untuk memutuskan apakah wabah virus corona merupakan keadaan darurat global.

"Secara teknis, jika harga emas dapat melampaui tertinggi mencapai tiga hari lalu di (sekitar) USD 1.585, kami akan memiliki sinyal kekuatan lainnya," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.

2 dari 3 halaman

Harga Paladium dan Perak

20151109-Ilustrasi-Logam-Mulia
Ilustrasi Logam Mulia (iStockphoto)

Di tempat lain, paladium turun 0,2 persen menjadi USD 2.283,85 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi yaitu di USD 2.582,19 pada 20 Januari karena kekhawatiran pasokan.

Rusia Norilsk Nickel mengatakan pada Rabu bahwa Global Palladium Fund akan mengirimkan tiga ton ingot paladium ke pasar dari stok saat ini untuk memberikan bantuan jangka pendek untuk mengurangi pasokan.

Sementara harga perak naik 1,1 persen menjadi USD 17,74, sedangkan platinum turun 0,4 persen menjadi USD 970,23.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓