UMKM Lebih Butuh Pelatihan Ketimbang Pameran

Oleh Tira Santia pada 30 Jan 2020, 19:22 WIB
Diperbarui 30 Jan 2020, 19:22 WIB
Produk Galeri Indonesia WOW Laku Keras di Pameran ICCC Malang

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (Smesco), Leonard Theosabrata, mengusulkan daripada melakukan pameran untuk mendorong Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), lebih baik melakukan pelatihan untuk pelaku UMKM-nya.

Menurutnya daripada melakukan pameran untuk UMKM di luar negeri, hanya akan membuang alokasi dana saja. Maka dari itu, ia mengusulkan lebih baik dana tersebut digunakan untuk melakukan pelatihan dan edukasi kepada pelaku UMKM, supaya bisa melek teknologi. Selain itu, dengan melakukan peatihan lebih terjangkau biaya yang dikeluarka, serta bisa menjangkau pelaku UMKM lebih banyak.

“Dengan dana yang sama kita di SMESCO dan di Kementrian Koperasi dan UKM, kita bisa melatih lebih banyak orang, jadi banyak hal-hal yang harus kita lakukan yang lebih efektif dan pragmatis untuk mengembangkan UKM demi masa depan,” ujar Leonard dalam acara A Cup of Moka 2020: Menggerakkan Digitalisasi untuk Memajukan UKM Berkelanjutan di Indonesia, di XXI Lounge Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sementara itu, jika melihat tantangan UMKM sungguh besar. Leonard pun mengungkapkan bahwa alokasi dana yang dimiliki Kementrian Koperasi dan UKM itu kecil, apabila dibandingkan dengan kementrian lainnya.

“Tantangan UMKM itu karena lebih besar di bawah jutaan itu perlu berapa triliun sedangkan budget di Kementrian itu tidak sebesar itu untuk bisa mengim-power UKM,” ujarnya.

Kini, dari pihak kementrian Koperasi dan UKM tengah melakukan dua pendekatan, yakni pendekatan low touch dan high touch untuk UMKM. Leonard pun bangga sekali bisa bergabung dalam kementrian yang dipimpin oleh Teten Masduki.

“Ada dua pendekatan untuk meningkatkan UMKM, jadi saya juga senang sekali bisa join di Kementerian Koperasi dan UKM di SMESCO, karena pak Teten realistis dan revolusioner juga dalam melakukan peningkatan UMKM ini. Bagaimana menunjukkan power lebih UMKM dengan mungkin pendekatannya ada 2 jadi kita akan melakukan yang low touch dan high touch,” ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Peran Serta Masyarakat

Arisan Digital Mapan Pikat Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah
Anggota arisan memilih sprei saat Gelar Arisan MAPAN di Gedung Smesco, Jakarta, Minggu (7/7/2019). Jaringan aplikasi arisan digital Mapan dengan 3 juta anggota di pulau Jawa, Bali dan Sumatera menyasar segmen masyarakat kelas menengah dan bawah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Kendati begitu, diperlukan peran serta masyarakat untuk mendorong UMKM berkembang. Bukan hanya peran dari pemerintah, dan pelaku UMKM saja, melainkan juga bagaimana masyarakat juga ikut mengangkat UMKM dari yang mikro menjadi menengah.

“Sebenarnya itu kesadaran bagaimana menyentuh yang mikro ini, tentunya akan diangkat secara otomatis oleh yang kecil dan menengah karena kecil dan menengah ini juga perlu supply change, itu tugas kita semua untuk mengangkat yang mikro, pemerintah tidak bisa mengangkat itu sendirian, tapi pemerintah butuh bantuan kita semua,” ungkapnya.

Maka demikian, semua pihak harus bekerja keras untuk bisa melakukan good governance dan sebagainya untuk mendorong UMKM naik kelas. Meskipun sebagian dari pelaku UMKM juga ada yang tidak ingin naik kelas, tapi tetap sebagai pemerintah dan masyarakat harus mendukung yang ingin naik kelas.

“Kita harus angkat mereka dengan kerja keras untuk bisa melakukan good governance dan sebagainya. Sayangnya nggak banyak juga yang melakukan itu, jadi hari ini yang ingin saya sampaikan bahwa the governance cannot do do alone ngangkat UMKM yang banyak. Mungkin banyak dari mereka yang tak mau naik kelas juga, kita harus memilih kalau ingin menjadi negara yang besar, kita harus melakukan sesuai by Design artinya harus mengkalkulasi segalanya target, pendekatan berikutnya untuk UMKM,” pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Robot Khusus untuk Bantu Orang Lumpuh Berjalan