Platform Moka Bantu UMKM Naik Kelas

Oleh Tira Santia pada 30 Jan 2020, 15:05 WIB
Diperbarui 30 Jan 2020, 15:05 WIB
CEO Moka Haryanto Tanjo. (Tira/Liputan.com)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Moka Haryanto Tanjo, mengatakan bahwa tujuan utama pembentukan Moca adalah untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan bisnis dengan menggunakan teknologi.

"Karena ini lima tahun lalu, saya dan co-owner saya memulai Moka dengan visi dan misi untuk membantu UMKM untuk berkembang lagi, dan itu visi dan misi lima tahun yang lalu sampai sekarang masih sama. Itu berupa tujuan dari Moka sendiri," kata Haryanto dalam acara "A Cup of Moka 2020: Menggerakkan Digitalisasi untuk Memajukan UKM Berkelanjutan di Indonesia" di Plaza Senayan Lounge, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Misi Moka sangat sejalan dengan misi Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu membantu UMKM untuk naik kelas.

Dilihat dari data yang ia peroleh dari Kemenkop dan UKM, UMKM berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,34 persen. Dan 99 persen dari total jumlah pelaku usaha nasional Indonesia berasal dari UMKM.

Selain itu, UMKM juga berkontribusi 96 persen dari total lapangan pekerjaan di Indonesia. Namun, jumlah UMKM di Indonesia yang melek digital hanya 20 persen.

"Jadi untuk membangun ekonomi Indonesia, hampir sinonim dengan mendorong UMKM supaya lebih berkembang lagi. Namun, hanya 20 persen menurut survei UMKM yang melek digital. Artinya masih ada jutaan UMKM yang masih belum memanfaatkan teknologi untuk bisa bersaing dan juga mengembangkan bisnisnya di era ini," jelasnya.

Ia pun senang karena pihaknya disambut baik oleh Kemenkop dan UKM, sehingga bisa mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan UMKM naik kelas.

"Kami dari Moka sangat berterima kasih untuk dukungan dari kemenkop UKM dari Pak Teten dan support dari Kemenkop UKM untuk sama-sama mencapai tujuan yang sama, dan sekarang kita lagi merancang sesuatu kolaborasi dan partnership dengan pemerintah untuk sama-sama bisa membantu UKM," ujarnya.

Kendati demikian, menurut dia. hal ini bisa menjadi contoh bagi private sector bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mencapai tujuan yang sama.

 

2 dari 3 halaman

Kasir Digital

Mesin Kasir
Ilustrasi Foto Mesin Kasir (iStockphoto)

Sementara, di Moka sendiri sebagai platform sistem kasir digital, memang dari awal didirikan bertujuan untuk membantu UMKM, supaya pencatatan pengeluaran dan penghasilan, serta operasional UMKM bisa berjalan baik.

Oleh sebab itu, Moka membangun sebuah ekosistem untuk mengembangkan sistem kasir digital tersebut. Seperti ada Moka Capital, yang bisa memberikan pinjaman dana kepada pelaku UMKM.

Dari sistem kasir kita sudah terintegrasi untuk memberikan pinjaman usaha, modal usaha supaya dengan Moka bisa tambah berkembang lagi, bisa bertambah outlet.

Haryanto sadar dengan begitu Moka bisa lebih banyak mendorong UMKM untuk melek digital lagi. Menurut dia, bukan hanya dengan teknologi, melainkan perlunya edukasi dan pelatihan bagi pelaku UMKM.

"Nah kami juga sadar untuk lebih banyak mendorong UMKM untuk melek digital. Bukan saja dengan teknologi, tapi juga kita perlu adanya edukasi dan pelatihan ke UMKM," ujarnya.

Oleh karena itulah, Moka menciptakan sebuah wadah yang bernama A cup of moca atau disingkat ACOM, untuk menyalurkan edukasi dan pelatihan kepada UMKM supaya lebih banyak lagi, yang bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnisnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓