Jurus Kemenkop Genjot Penjualan Produk UMKM

Oleh Tira Santia pada 29 Jan 2020, 20:45 WIB
Diperbarui 29 Jan 2020, 20:45 WIB
Produk Galeri Indonesia WOW Laku Keras di Pameran ICCC Malang

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Leonard Theosabrata, menegaskan bahwa Smesco Indonesia akan menjadi center of excellence dan trading house bagi produk UMKM.

"Itu menjadi tantangan kita. Salah satu langkahnya adalah kita mempersiapkan kualitas UKM kita di era digital seperti sekarang ini," kata Leornard dalam Rapat Kerja dengan kementerian dan lembaga, terkait isu perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing, di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Leonard pun berharap, data UKM yang dibina seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L), bisa dihadirkan dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP), dimana para pembeli bisa mengakses produk UKM dengan mudah dan cepat.

"Kami siap bersinergi yang dituangkan dalam program bersama untuk kepentingan UMKM kita," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Salusra Widya mengungkapkan, pihaknya juga memiliki misi dan target agar produk UMKM bisa masuk ke dalam daftar belanja yang dibutuhkan pemerintah, termasuk pemerintah daerah.

"Saya yakin, banyak kebutuhan bisa diproduksi UMKM. Meski saya melihat masih ada keterbatasan bagi UMKM, seperti keterbatasan akses dan sebagainya," kata Salusra.

Oleh karena itu, lanjut Salusra, LKPP membuat satu katalog atau platform yang berisi aneka macam dan jenis produk yang dibuat UMKM.

 

2 dari 3 halaman

katalog LKPP

Arisan Digital Mapan Pikat Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah
Anggota arisan memilih sprei saat Gelar Arisan MAPAN di Gedung Smesco, Jakarta, Minggu (7/7/2019). Jaringan aplikasi arisan digital Mapan dengan 3 juta anggota di pulau Jawa, Bali dan Sumatera menyasar segmen masyarakat kelas menengah dan bawah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Salusra, mengharapkan dengan katalog atau platform itu, bisa membangun pasar pengadaan barang dan jasa bagi UMKM. Serta dapat menggambarkan pihaknya mempertemukan antara yang membutuhkan barang (pembeli) dengan yang memiliki barang (penjual).

"Proses produk UMKM untuk masuk katalog LKPP tidak sulit, dan sangat mudah. Semua bisa klik dan terbuka untuk publik," ujarnya.

Dengan adanya katalog, Salusra menjamin pihaknya bisa menghadirkan produk UMKM.

"Hanya saja, meski sudah ada produk UMKM di dalam katalog, masih ada lembaga yang enggan membelinya," ungkapnya.

Ia berharap, dengan adanya sinergitas ini, pihaknya bisa mengantisipasi hal seperti itu tidak terulang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait