Nasabah Bank Mandiri Beli Pulsa Capai Rp 3,6 Triliun via Internet Banking

Oleh Tira Santia pada 29 Jan 2020, 16:21 WIB
Diperbarui 29 Jan 2020, 16:21 WIB
Bank Mandiri Eror
Perbesar
Nasabah bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Mal Pondok indah 2, Jakarta, Sabtu (20/7/2019). Sejumlah nasabah Bank Mandiri mengeluhkan perubahan drastis saldo di rekening yang mengalami pengurangan dan ada juga yang mengalami penambahan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Consumer & Retail Transaction Bank Mandiri Hery Gunardi, menyebut transaksi pulsa sebagai salah satu penghasilan besar Bank Mandiri. Hal ini hasil kerja sama dengan Telkomsel.

"Kalau kita lihat transaksi e-channel (pembayaran elektronik) itu urutan gede nya itu pembelian pulsa. Jadi nasabah beli pulsa, apalagi kalau mereka punya user mandiri online, mereka gak dateng ke ATM lagi, ga datang ke counter Telkomsel lagi, disebut beli pulsa itu gak ke situ, mereka gunakan mandiri online," kata Hery dalam acara penyerahan hadiah utama program undian poin 2019 di Maj Senayan, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sehingga, dirinya mengaku dengan adanya transaksi pembayaran dan pembelian pulsa (Telkomsel) secara online, bisa memperoleh pendapatan yang besar. Oleh karena itu, bank Mandiri membuat program kerjasama dengan Telkomsel.

"Kalau dilihat kondisi ekonomi Indonesia itu tumbuh 5 persen kurang lebih, jadi kami memutar otak perbankan untuk melakukan upaya-upaya, salah satu upayanya adalah transaksi. Jadi kami di Mandiri khusus punya unit transaksi banking," katanya.

Karena ia melihat bahwa bisnis perbankan sekarang ini sudah mulai berubah. Dahulu bank hanya dikenal sebagai lembaga perantara (intermediary) yang menghimpun dana dari masyarakat kemudian dikelola.

"Nah belakang ini fungsi bank sudah mulai geser-geser, yang pertama bank itu harus mencari inovasi, yang kedua memang image dari customer kita selalu berubah, perubahan teknologi, perubahan pola hidup dan juga kompetisi yang terjadi diperbankan membuat kita menjadi lebih gencar," ujarnya.

Oleh karena itu, Bank Mandiri sengaja melanjutkan program tahun 2019 ke tahun 2020. Karena dianggap menarik dan terus mengalami kenaikan transaksi. Tahun 2019 saja, transaksi mencapai sekitar 2,7 juta transaksi pembelian pulsa.

"Kita akan lanjutkan di tahun 2020 ini, yang menarik dari program ini peningkatan transaksi nya lumayan besar, dari yang reguler, artinya setelah program 1 april - 31 September transaksi meningkat menjadi 2,7 juta transaksi. Kemudian volume transaksi nya juga meningkat sebulan sekitar Rp 3,9 triliun. Ini untuk pulsa saja," jelasnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Target Bank Mandiri

Kuartal I 2019, Bank Mandiri Cetak Laba Rp 7,2 Triliun
Perbesar
Nasabah melakukan transaksi di ATM Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019). Aset Bank Mandiri pada Kuartal I 2019 tercatat sebesar Rp 1.206,0 triliun, naik 9,8 persen dari akhir Maret 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian Hery mengatakan, pihaknya menargetkan e-channel (ATM, Mandiri Online, SMS Banking, dan aplikasi LinkAja), diperkirakan akan tumbuh sekitar 10-12 persen, dari yang sebelumnya hanya 3,3-3,4 persen.

"Mungkin tumbuh sekitar 10-12 persenlah ya, jadi kalau Rp 3 triliun (nilai transaksi) ya 3,3 -3,4 persen. Yang menarik itu bahwa  kita kan punya user aktif mandiri itu selalu meningkat. Di online juga, karena kalau mereka melakukan transaksi online, ada biaya transaksi. Contoh Telkomsel, jadi kita sengaja bikin program Telkomsel salah satu transaksi," ungkapnya.

Sementara itu, ia mengungkapkan bahwa sejauh ini kerjasama transaksi pembelian pulsa ini hanya dengan provider Telkomsel saja.

"Tidak untuk semua provider khusus Telkomsel,  Kalau provider lain mau juga gak apa-apap ya kerjasama aja," ujarnya.

Kemudian ia juga menyebutkan jumlah e-channel bank Mandiri yang sudah berkembang banyak. Seperti ATM Bank Mandiri sudah ada sekitar 18 ribu ATM, nasabah yang memiliki mobile banking sekitar 5 juta nasabah.

Begitupun dengan e-money bank Mandiri, pemengang kartunya berjumlah sekitar 50 juta kartu e-money. Dengan begitu, transaksi e-channel bank Mandiri akan lebih mudah.

Selain itu, ia juga berharap untuk ke depannya bisa bekerja sama dengan PLN, untuk transaksi online pembayaran listrik dan hal lainnya.

"Kita mungkin bisa di pattern kerjasama dengan PLN juga," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya