Kemenhub Akan Tingkatkan Keterampilan Nakhoda Kapal Pinisi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 23 Jan 2020, 16:27 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 17:01 WIB
Pulau Padar

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan akan meningkatkan keterampilan nakhoda kapal pinisi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah peristiwa tenggelamnya kapal‎ yang mengangkut awak media pada Selasa (22/1/2020).

Budi menyesalkan peristiwa tenggelamnya kapal pinisi yang mengangkut awak media setelah meliput kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Labuan Bajo. Dia pun memandang aspek keselamatan sangat penting.

"Itu emang penting aspek keselamatan. Kita prihatin tentang kejadian itu," kata Budi, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Usai peristiwa tenggelamnya kapal yang mengangkut awak media di Labuan Bajo, Budi akan meningkatkan keterampilan nakhoda, termasuk pada sisi keselamatan.

"Yang penting makanya gini kita mau bagaimana awak kapal dapat pendidikan terkait safety,‎" tuturnya.

Menurut Budi, Kementerian Perhubungan akan mendirikan sekolah untuk mendidik pada nakhoda dan anak buah kapal pinisi, untuk menjamin keamanan wisatawan di Labuan Bajo. Dia pun meminta pemerintah daerah dan pihak swasta menyekolahkannya.

"Di Labuan Bajo karena pinisi masif, maka kita akan buat sekolah. Karena belum ada sekolahnya, maka kita akan minta swasta atau pemerintah untuk melakukan pendidikan kelautan, terutama safety. Pertengahan tahun akan dilaksanakan," tandasnya.

2 dari 3 halaman

Kapal Pinisi Wartawan Tenggelam Diterjang Ombak di Labuan Bajo

Kapal Pinisi Wartawan Terbalik
Kapal pinisi wisata yang ditumpangi sejumlah wartawan terbalik dihantam ombak besar di Perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (21/1/2020). (Liputan6.com/ Istimewa)

Kapal pinisi wisata yang ditumpangi sejumlah wartawan terbalik dihantam ombak besar di Perairan Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (21/1/2020).

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun, membenarkan kejadian itu. Ia menyebutkan seluruh wartawan selamat. Namun peralatan mereka, terutama kamera, tidak berhasil diselamatkan.

"Benar, sementara korban jiwa nihil, tapi masih kita cek pihak yang punya kapal. Kapolres Manggarai Barat dengan tim SAR sedang di lokasi," katanya, Selasa (21/2/2020).

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, kapal yang memuat sejumlah wartawan itu milik Hotel Plataran bernama Pinisi Bali.

Kapal tersebut memuat sejumlah wartawan untuk foto-foto. Saat hendak balik sekitar pukul 11.00 Wita, kapal pinisi tersebut diterjang angin dan gelombang tinggi.

"Semua penumpang dan ABK kapal selamat," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓
5 Rekomendasi Film untuk Temani Selama Work From Home