BRI Investigasi Dugaan Karyawan Huawei yang Terjangkit Virus Corona di Gedung BRI 2

Oleh Arthur Gideon pada 23 Jan 2020, 15:55 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 15:55 WIB
Gedung BRI

Liputan6.com, Jakarta - PT BRI (Persero) langsung melakukan sistem pengendalian risiko setelah mendengar adanya ada informasi dugaan salah satu karyawan yang bekerja di Gedung BRI terjangkit Virus Corona.

Untuk diketahui, terdapat informasi bahwa satu karyawan Huawei yang terjangkit virus nCoV (corona virus) yang berkantor di Gedung BRI, Jakarta.

Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo BRI tengah melakukan investigasi terhadap dugaan adanya salah satu karyawan Huawei Indonesia yang berkantor di Gedung tersebut.

"Pekerja Huawei yang demam telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis serta diagnosa kebenaran terkena Virus Corona," jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (23/1/2020).

Hari mengatakan, Bank BRI senantiasa mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016.

"Saat ini BRI telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi para pekerja BRI dengan memberikan masker bagi seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI," tutup dia.

 

2 dari 2 halaman

Virus Corona Wuhan Diduga Berasal dari Ular di China

Antisipasi Virus Corona, Jepang Pantau Pelancong Asal China
Petugas karantina (kanan) memantau para pelancong dari Wuhan China dan kota-kota lain ketika melewati pemindai suhu tubuh di Bandara Internasional Narita, Narita, Tokyo, Kamis (23/1/2020). Jepang meningkatkan pengamanan untuk mewaspadai penyebaran virus corona asal China. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Ular weling dan kobra China diduga sebagai sumber asli dari Virus Corona yang baru ditemukan. Virus ini telah memicu wabah penyakit pernapasan yang mematikan di Tiongkok pada musim dingin 2020.

Ular weling atau Bungarus Multicinctus adalah spesies ular elapid yang sangat berbisa. Reptil ini umumnya ditemukan di sebagian besar China tengah dan selatan, serta Asia Tenggara.

 

Penyakit akibat Virus Corona ini pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019 di Wuhan, sebuah kota besar di China tengah, dan telah menyebar dengan cepat. Sejak itu, para pelancong yang sakit dari Wuhan telah menginfeksi orang-orang di China dan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Dengan menggunakan sampel virus yang diisolasi dari pasien, para ilmuwan di China telah menentukan kode genetik virus dan menggunakan mikroskop untuk memotretnya. Patogen yang bertanggung jawab atas pandemi ini adalah Virus Corona baru.

Virus ini ada dalam keluarga virus yang sama dengan Coronavirus sindrom pernafasan akut parah yang terkenal (SARS-CoV) dan Coronavirus sindrom pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV), yang telah menewaskan ratusan orang dalam 17 tahun terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi nama coronavirus baru 2019-nCoV.

Lanjutkan Membaca ↓