Indonesia Bakal Punya Jurasic Park di Labuan Bajo

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 22 Jan 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2020, 17:00 WIB
Labuan Bajo
Perbesar
Pemandangan Labuan Bajo dari atas Bukit Cinta (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Jakarta - Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini terus berbenah untuk menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas pada akhir 2020 mendatang.

Tempat ini nantinya akan menawarkan berbagai suguhan wisata bagi para turis. Mulai dari pemandangan di kota tepian air (waterfront city), Goa Cermin, hingga wisata alam ke habitat makhluk langka endemik seperti komodo.

Salah satu tempat yang tengah dipersiapkan jadi destinasi wisata utama yakni Pulau Rinca. Arsitek perancang KSPN Labuan Bajo Yoris Antar menggambarkan, tempat ini nantinya dirancang bagi turis yang mau menikmati wisata alam seperti di film Jurassic Park.

"Kalau untuk desain geopark di Pulau Rinca tuh ini Jurassic Park. Jadi nanti wisatawan bisa jalan berputar di rumahnya komodo," ujar Yoris di Labuan Bajo, NTT, Rabu (22/1/2020).

Yoris menjelaskan, Pulau Rinca memiliki 45 loh (lubang) yang jadi habitat para komodo, dimana satu loh jadi tempat bermukim bagi sekitar 70 ekor komodo. Namun, ia telah mendapat pesan dari Presiden Jokowi untuk tidak banyak mendirikan bangunan di pulau tersebut agar tak mengganggu status Pulau Rinca sebagai tempat konservasi komodo.

"Jadi hanya satu liang saja yang akan jadi atraksi. Karena bayangkan ada kapal-kapal pesiar dateng dengan 2.000 orang, rata-rata paling 3 jam aja di situ. Kalau enggak lihat komodo ntar jadi viral di medsos," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Jalur Dibuat Terpisah

Melihat Interaksi Komodo dengan Manusia di Pulau Rinca
Perbesar
Komodo berkeliaran di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, NTT, Minggu (14/10). Pulau Rinca dapat dijangkau selama dua jam dari Labuan Bajo dengan menggunakan perahu kayu. (Merdeka.com/Arie Basuki)

Dia juga mengaku telah mendapat arahan dari TNK agar jalur antara manusia dan komodo dibuat terpisah. Dengan begitu, nanti akan tersedia jalan layang setinggi 2 meter bagi para turis untuk berjalan kaki di dalam pulau.

"Detailnya ini ada tempat untuk ranger, buat guide, buat peneliti. Jadi ini semua kan elevated, jadi itu enggak akan mengganggu. Jadi komodo sama makanannya kerbau itu bisa lewat di bawah," tutur Yoris.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓