Investor Asing Beli Saham, IHSG Dibuka Menguat ke 6.248

Oleh Arthur Gideon pada 22 Jan 2020, 09:15 WIB
Diperbarui 22 Jan 2020, 09:15 WIB
Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Investor asing beli saham Rp 14 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.685 per Dolar AS.

Pada prapembukaan perdagangan, Selasa (21/1/2020), IHSG menguat 3,42 poin atau 0,05 persen ke level 6.241,57. Namun pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat dengan naik 10,41 poin atau 0,17 persen ke level 6.248.

Indeks saham LQ45 juga naik 0,16 persen ke posisi 1.024,83. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.253,63 dan terendah di 6.240,79.

Sebanyak 123 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 58 saham melemah dan 117 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 21.554 kali dengan volume perdagangan 255 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 223 miliar.

Investor asing beli saham Rp 14 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.685 per Dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk hanya dua sektor yang berada di zona merah yaitu sektor pertambangan yang turun 0,10 persen dan sektor infrastruktur yang melemah 0,25 persen

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin sektor keuangan yang naik 0,43 persen. Kemudian diikuti sektor perkebunan menguat 0,39 persen dan sektor perdagangan melonjak 0,30 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mengangkat IHSG diantaranya DMND yang turun 49,73 persen ke Rp 1.370 per lembar saham, INDR menguat 22 persen ke Rp 2.440 per lembar saham dan AMAR melemah 20,54 persen ke Rp 675 per lembar saham.

Sementara saham-saham yang melemah antara lain AKSI turun 11,29 persen menjadi Rp 550 per lembar saham, KAYU melemah 9,89 persen menjadi Rp 82 per lembar saham dan FISH tertekan 9,54 persen menjadi Rp 2.750 per lembar saham.

2 dari 3 halaman

Penutupan Kemarin

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan saham Selasa kemarin. IHSG dibuka menguat tetapi di tengah perdagangan mengalami tekanan.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (21/1/2020), IHSG ditutup turun tipis 6,89 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.238,15. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 0,07 persen ke posisi 1.022,67.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.257,88 dan terendah 6.226,06.

Sebanyak 257 saham anjlok sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 145 saham menguat dan 151 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 428.472 kali dengan volume perdagangan 10,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 429,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.658.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada tiga sektor yang menguat yaitu aneka industri, infrastruktur dan keuangan.

Sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 1,98 persen. Kemudian sektor kontruksi yang turun 1,17 persen dan sektor pertambangan turun 0,52 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya PADI yang turun 34,78 persen ke Rp 75 per lembar saham, PTIS melemah 34,35 persen ke Rp 86 per lembar saham dan AMIN turun 24,21 persen ke Rp 288 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain BAJA yang naik 33,85 persen ke Rp 87 per saham, GDST menguat 33,82 persen ke Rp 91 per saham dan KAYU naik 24,44 persen ke Rp 91 per saham.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓