IHSG Ditutup Anjlok ke Level 6.245,04

Oleh Septian Deny pada 20 Jan 2020, 16:10 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 16:10 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah berada di level Rp 13.645 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (20/1/2020), IHSG ditutup turun 46,61 poin atau 0,74 persen ke posisi 6.245,04. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,74 persen ke posisi 1.022,01.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.312,98 dan terendah 6.240,19.

Sebanyak 286 saham anjlok sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 124 saham menguat dan 136 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 455.871 kali dengan volume perdagangan 7,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,4 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 220,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.645.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Sektor yang melemah dipimpin oleh sektor pertambangan yang anjlok 1,73 persen. Kemudian sektor perkebunan yang turun 1,4 persen dan sektor konstruksi turun 0,96 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah diantaranya SONA yang turun 20 persen ke Rp 4.800 per lembar saham, RELI melemah 19,28 persen ke Rp 134 per lembar saham dan KAYU turun 19,1 persen ke Rp 72 per lembar saham.

Sedangkan saham-saham yang menguat antara lain ZBRA yang naik 34,72 persen ke Rp 97 per saham, AMAR menguat 25 persen ke Rp 450 per saham dan LUCK naik 24,44 persen ke Rp 560 per saham.

2 dari 3 halaman

Sesi Pembukaan

Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Hanya satu sektor saham yang berada di zona merah

Pada prapembukaan perdagangan, Senin(20/1/2020), IHSG menguat 18,84 poin atau 0,30 persen ke level 6.310,50. Penguatan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB dengan naik 19,11 poin atau 0,32 persen ke level 6.309,13.

Indeks saham LQ45 juga naik 0,43 persen ke posisi 1.033,11. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.312,90 dan terendah di 6.303,64.

Sebanyak 128 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 47 saham melemah dan 125 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 17.248 kali dengan volume perdagangan 113,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 77,2 miliar.

Investor asing beli saham Rp 9,52 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.655 per Dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk [IHSG](https://www.liputan6.com/bisnis/read/4155036/9-sektor-menghijau-ihsg-dibuka-naik-ke-631390?source=search ""), hanya satu yang berada di zona merah yaitu sektor industri dasar yang turun 0,13 persen,

Sedangkan sektor yang menguat dipimpin sektor keuangan yang naik 0,55 persen. Kemudian diikuti sektor infrastruktur naik 0,52 persen dan sektor aneka industri melemah 0,34 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHGS ke zona hijau, antara lain APEX naik 19,40 persen menjadi Rp 320 per lembar saham, PADI naik 12,78 persen menjadi Rp 151 per lembar saham dan ZBRA menguat 12,5 persen menjadi Rp 81 per lembar saham.

Sementara saham yang melemah diantaranya ENVY yang turun 14,29 persen ke Rp 510 per lembar saham, GDST turun 7,14 persen ke Rp 65 per lembar saham dan TRIN melemah 5,62 persen ke Rp 302 per lembar saham. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓