Pengusaha Keluhkan Rumitnya Regulasi di Industri Tembakau

Oleh Liputan6.com pada 17 Jan 2020, 18:15 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 18:17 WIB
20160308-Ilustrasi-Tembakau-iStockphoto1

Liputan6.com, Jakarta Direktur Eksekutif Apindo, Danang Girindrawardana, megakui masih rumitnya kebijakan yang diatur oleh pemerintah terhadap sektor industri. Utamanya yakni menyangkut dengan komoditas perkebunan seperti Industri Hasil Tembakau (IHT).

Dia menyebut, setiap produk perkebunan yang menghasilkan nilai ekonomi terhadap produk domesti bruto (PDB) maka semakin banyak regulasi di dalamnya. Sementara sebaliknya, jika tidak berkontribusi terhadap PDB justru sedikit aturan diberlakukan.

"Beberapa proses penyusunan kebijakan di sektor lain menganut pola mirip terjadi di IHT," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dia mencontohkan, seperti terjadi di sawit dari hulu dan hilir ada sekitar 60 regulasi yang mengatur di dalamnya. Pun tak ketinggalan dengan industri rokok atau tembakau yang juga secara aturan tidak terhitung lagi berapa jumlahnya.

"Salah satu contoh sejak 2009, muncul pembatasan iklan, tidak boleh lagi sekarang beriklan rokok dan ini menjadi kecenderungan seluruh instansi pemerintah melarang sponsorsip mengajak iklan rokok," jelas dia.

 

2 of 3

Perkedilan

20160308-Ilustrasi-Tembakau-iStockphoto1
Ilustrasi Tembakau (iStockphoto)

Dia pun menyayangkan masih adanya proses perkedilan terhadap industri perkebunan yang masih terjadi. Apabila ini terus menerus dilakukan maka akan menghantam pelau industri dan para petani tembakau di Indonesia.

"Bagaimana pemerintah melihat banyaknya regulasi yang menghantam industri ini, bagaimana proses regulasi ini menguntungkan pihak pihak tidak hanya industri rokok termasuk teman teman petani," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓