Kejar Produksi 1 Juta Barel Minyak, SKK Migas Luncurkan Layanan Satu Pintu

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 15 Jan 2020, 17:01 WIB
Diperbarui 15 Jan 2020, 17:01 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto

Liputan6.com, Jakarta - SKK Migas secara resmi membuka layanan One Door Service Policy (ODSP) untuk merealisasikan target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) pada 2030. Launching program tersebut dilaksanakan di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sambutannya mengatakan, melalui ODSP seluruh layanan proses perizinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dilaksanakan dalam satu pintu dan proses yang lebih cepat.

SKK Migas dan KKKS disebutnya akan bersama melakukan penelitian atas kelengkapan untuk setiap persyaratan perizinan dari berbagai instansi yang ada saat ini.

Selain itu, ia menambahkan, SKK Migas akan membantu KKKS untuk dapat memenuhi dokumen yang menjadi persyaratan perizinan serta mendampingi pengurusan perizinan di instansi terkait.

"Hingga saat ini tidak ada satu kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi yang hanya memerlukan 1 izin atau melibatkan 1 instansi. Setiap kegiatan akan membutuhkan beberapa perizinan dari berbagai instansi. Dengan dukungan aktif SKK Migas, maka kita yakin tidak ada lagi kendala perizinan di hulu migas serta perizinan dapat diselesaikan lebih cepat," tuturnya.

Dia menyatakan, SKK Migas telah melakukan perubahan mindset bahwa institusi bukanlah mandor yang pasif dan menunggu laporan penyelesaian perizinan dari KKKS, tapi akan langsung berperan aktif.

2 dari 3 halaman

Proyek Hulu Migas

Ini Setiap Kali Perusahaan Hulu Migas Investasi US$1
Perusahaan-perusahaan hulu migas sering dianggap hanya berperan menyediakan pasokan energi dan menghasilkan penerimaan negara

Sebab menurutnya, setiap keterlambatan proyek hulu migas akan menimbulkan ekskalasi biaya. Oleh karenanya, selesainya proyek tepat waktu menjadi salah satu upaya untuk menjaga biaya proyek tetap sesuai dengan yang telah disetujui dan dilaksanakan secara efisien

"Keterlambatan penyelesaian proyek hulu migas karena hambatan selesainya perizinan yang lama dan menghabiskan waktu tidak akan terjadi lagi karena kendala tersebut telah teratasi dengan layanan ODSP," serunya.

Layanan ODSP diharapkannya dapat memberikan kontribusi optimal bagi upaya mendukung pemerintah meningkatkan iklim investasi, terutama di sektor hulu migas agar mampu bersaing dengan negara-negara lain. Dia menekankan bahwa investasi hulu migas adalah investasi lintas negara.

"ODSP akan semakin memperkuat transformasi hulu migas yang dilaksanakan oleh SKK Migas. Tahun 2020, kami optimis target hulu migas akan dapat dipenuhi dengan telah terselesaikannya beberapa bottleneck antara lain dibidang perizinan dan akurasi data melalui beroperasinya layanan ODSP dan IOC (Integrated Operation Center) secara serentak sejak awal Januari 2020," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓