Di Perayaan Emas K3, Menaker Minta Pekerja Bersiap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Oleh Liputan6.com pada 12 Jan 2020, 11:46 WIB
Diperbarui 12 Jan 2020, 12:16 WIB
Perayaan emas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pintu Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah meminta tenaga kerja Indonesia harus menyesuaikan diri menghadapi tantangan menuju revolusi industri.

Ini dia sampaikan saat menghadiri perayaan emas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan mencanangkan tema pokok bulan K3 Nasional tahun 2020 yang diselenggarakan di Pintu Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Dalam sambutannya beliau mencangkan tema pokok bulan K3 Nasional tahun 2020 yaitu “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi. 

“Perubahan revolusi industri 4.0 akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dan memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru dengan digital dan IT, fenomena ini dapat berdampak pada jenis potensi bahaya baru maka diperlukan strategi pengendalian yang lebih efisien dan inovatif,” ujar Ida.

Dia menegaskan jika nyawa dan keselamatan adalah yang utama. Karena uang bisa dicari, karir bisa dikejar, namun keselamatan dan kesehatan sama sekali tak tergantikan.

Keselamatan jadi tanggung jawab tidak hanya pengusaha dan pemerintah pusat  tetapi para pekerja dan serikat buruh juga harus memberi perhatian dan mendorong agar K3 dapat berjalan.

 

 

Reporter : Helena Yupita

2 dari 2 halaman

Jalan Sehat

Perayaan emas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pintu Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).Liputan6.com
Perayaan emas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Pintu Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).Liputan6.com

Perayaan emas K3 ditandai dengan jalan sehat dan dihadiri dua menteri ketenagakerjaan periode sebelumnya yakni Fahmi Idris (Menaker periode 2004-2005) dan Erman Suparno (Menaker periode 2005-2009). Acara diikuti kurang lebih 2000 peserta.

Turut hadir Plt Dirjen Binwasnaker dan K3, Iswandi yang memberikan motivasi kepada perusahaan-perusahaan, pemerintah, dan masyarakat pada semua level untuk menerapkan program K3.

“Dulu orang menganggap K3 sebagai beban. Mulai hari ini harus kita jadikan K3 itu adalah budaya kita semua. Dengan K3 akan meningkatkan kreativitas kita semua,” kata Ida.

Acara ini dilengkapi dengan atraksi Safety Rope Access, pemeriksaan kesehatan gratis, serta hiburan dari grup band tanah air D’masiv.

Lanjutkan Membaca ↓