Pemprov DKI dan KAI Bangun Perusahaan Patungan Buat Kelola 72 Stasiun

Oleh Liputan6.com pada 10 Jan 2020, 10:55 WIB
Diperbarui 10 Jan 2020, 11:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (10/1/2020).

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perhubungan mendirikan perusahaan patungan bernama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek. Perusahaan gabungan ini terdiri dari PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Wujud nyata dari perusahaan baru ini nantinya akan mengintegrasikan moda transportasi darat dengan transportasi berbasis rel kereta api. Dimulai dengan merevitalisasi empat stasiun, yaitu stasiun Pasar Senen, stasiun Juanda, stasiun Tanah Abang, dan stasiun Sudirman.

"Maret nanti akan ada 4 stasiun jadi stasiun model integrasi," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Kantor Kementerian BUMN, Jumat (10/1/2020).

Nantinya, perusahaan baru ini juga akan mengelola dan menata 72 stasiun. Termasuk kereta api bandara dan kereta commuterline.

Sistem integrasi yang direncanakan adalah peningkatan prasarana di stasiun, manajemen sirkulasi penumpang, dan kendaraan dan izin akses yang akan dikelola PT KAI. Sementara integrasi transportasi darat akan dikerjakan Pemprov DKI lewat Dinas Perhubungan.

 

2 dari 3 halaman

Saham DKI Jakarta Terbanyak

Libur Tahun Baru, 23 Persen Tiket Kereta dari Jakarta Masih Tersedia
Calon penumpang memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (30/12/2019). PT KAI Daerah Operasi I mencatat 23 persen tiket kereta jarak jauh masih tersedia untuk masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2020. Tiket tersedia untuk keberangkatan Stasiun Pasar Senen dan Gambir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Di perusahaan baru ini, Pemrov DKI memiliki saham sebanyak 51 persen. Sisanya merupakan saham dari PT KAI. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki 51 persen saham," kata Anies.

Saat ini, kata Anies, jumlah penumpang angkutan darat pada tahun 2019 mencapai 700 ribu per hari. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 338 ribu per hari. Peningkatan tersebut terjadi setelah adanya integrasi yang dilakukan PT Transjakarta lewat BRT.

Dia berharap dengan adanya perusahaan gabungan ini bisa membuat masyarakat berpindah ke moda transportasi umum massal. Targetnya pada tahun 2030, jumlah pengguna transportasi umum massal mencapai 60 persen dan hanya 40 persen pengguna kendaraan pribadi.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓