Tanggap Bencana, Holding Industri Pertambangan Penuhi Kebutuhan Dasar Korban

Oleh stella maris pada 07 Jan 2020, 16:33 WIB
Diperbarui 07 Jan 2020, 16:33 WIB
Inalum
Perbesar
Bantuan untuk korban banji dan longsor.

Liputan6.com, Jakarta Sekitar kecamatan Nanggung dan Sukajaya mendapat bantuan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Dua perusahaan itu membantu dengan menyelesaikan perbaikan dua dari sembilan titik pada jalan yang terputus karena dampak longsor di Kecamatan Nanggung.

Sementara di Sukajaya, langkah cepat perusahaan adalah memberi bantuan kebutuhan hidup dasar seperti genset, sanitary kit dan bahan makanan. Direktur Operasi Antam, Hartono mengatakan, pada awal 2020 Antam dan MIND ID ikut menangani tiga bencana baik banjir di Jakarta Timur, Lebak Banten.

"Juga tanah longsor di Kecamatan Nanggung sekaligus membantu Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor," jelas Hartono yang ikut menjelaskan bahwa perusahaan itu berpengalaman lebih dari 51 tahun melakukan kegiatan tanggapd bencana. 

Menurut Hartino, ini merupakan refleksi atas komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah, dan membantu masyarakat. 

"Antam dan MIND ID menurukan 20 personil tanggap darurat, tim tenaga dokter dan paramedis dari seluruh unit bisnis untuk membantu mengurangi beban masyarakat atas bencana yang terjadi," tambahnya.

Hartono menyatakan kecamatan Nanggung merupakan wilayah ring-1 Antam yang memiliki sembilan titik longsor, hingga menyebabkan jalan terputus. Kondisi itu berdampak kepada total 3.187 warga mengungsi yang tersebar di Desa Nanggung, Malasari, Cisarua, Bantarkaret, Pangkal jaya dan Curugbitung.

Dalam penanganan ini, tercatat Antam telah menyelesaikan perbaikan di dua titik jalan di Kampung Ciketug dan Wates, Desa Pangkal Jaya untuk mempermudah akses masyarakat.

Sedangkan Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Nanggung. Menurut Hartono fokus Perusahaan di wilayah ring 1, tidak menyurutkan komitmen Antam dan MIND ID untuk membantu daerah terdampak yang lain.

"Kami lakukan penanganan di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya. Kebutuhan mendasar seperti listrik dan bahan makanan telah didistribusikan yakni genset, sanitary kit dan bantuan bahan makanan," katanya.

Terkait dengan bencana di Kecamatan Nanggung, strategi jangka pendek holding tambang itu akan berfokus pada penanganan keadaan darurat. Selain menyalurkan bantuan logistik, perbaikan akses jalan, Perusahaan juga melakukan pelayanan kesehatan di Desa Malasari.

"Untuk di Malasari, terdapat 1.508 warga kampung Nyuncung yang mengungsi ke kampung Cisangku. Daerah ini merupakan wilayah terdampak dengan jumlah pengungsi terbesar di Kecamatan Nanggung," ujar Hartono.

Hartono menyatakan strategi jangka panjang penanganan bencana yakni berkoodinasi dengan pemangku kepentingan terkait penanganan akses jalan lain yang terputus.

"Saat ini ada tujuh titik longsor di akses Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung. Hal ini menyebabkan akses masyarakat menuju dan dari Desa Malasari menjadi tertutup," katanya.

Dalam penanganan bencana, Antam dan MIND ID bersinergi dengan masyarakat, TNI dan Polri untuk meringankan masyarakat khususnya yang terdampak bencana.

 

(*)