Kemenperin Incar 2.000 Pelaku Industri Kreatif Lahir di 2020

Oleh Liputan6.com pada 03 Jan 2020, 12:15 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 12:15 WIB
Menperin Agus Gumiwang
Perbesar
Menperin Agus Gumiwang. Dok: Kementerian Perindustrian

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian membidik 2.000 pelaku industri kreatif lahir tahun ini sebagai bentuk keseriusan dalam memacu penumbuhan pelaku industri kreatif Tanah Air, yang dinilai mampu memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional.

“Sasaran itu kami wujudkan secara konkret melalui peran Balai Diklat Industri (BDI) di Denpasar, Bali, yang fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif dengan spesialisasi animasi, kerajinan, dan barang seni,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/1/2019).

Menperin menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM, termasuk di sektor industri. Ini menjadi potensi untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.

“Jadi, kami terus menciptakan SDM industri yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan desain dan penggunaan teknologi modern, sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,” katanya.

Pada 2020, Kemenperin menargetkan sebanyak 2.000 pelaku industri kreatif bisa tumbuh melalui Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja) di BDI Denpasar.

Mereka antara lain merupakan hasil lulusan pelatihan di bidang animasi, programming, desain grafis, game, dan kerajinan.

Agus menambahkan, melalui BDI Denpasar, pihaknya optimistis mampu menelurkan perusahaan rintisan (startup) di berbagai sektor.

“Karena di sini sudah terbangun ekosistem inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti terciptanya jenis aplikasi yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah untuk memeriksa pasien. Selain itu, ada yang mendukung sektor pariwisata,” tuturnya.

Melihat berbagai produk industri kreatif yang dipamerkan di BDI Denpasar, Menteri AGK memberikan apresiasi kepada para peserta diklat.

Sebab, mereka menciptakan produk industri kreatif yang dinilai bisa menembus pasar ekspor.

“Contohnya produk fesyen, perhiasan dan kerajinan keramik. Para peserta diklat ini bisa meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pendampingan desain agar lebih berdaya saing,” tegasnya.

2 dari 4 halaman

Kontribusi Industri Kreatif

Ilustrasi industri kreatif
Perbesar
Badan ekonomi kreatif

Sepanjang 2018, industri kreatif mampu berkontribusi cukup signfikan terhadap PDB nasional, yang diproyeksi menembus Rp1.000 triliun.

Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).

Pada kunjungannya di BDI Denpasar, Agus juga meninjau fasilitas Experience Centre Industry 4.0 yang bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan wawasan kepada para pelaku industri kreatif tentang penerapan industri 4.0.

“Di dalam Experience Centre Industry 4.0 ini, kami akan perkenalkan sistem robotik dan infrastruktur IoT (Internet of Things) sebagai penopang utama,” ucapnya.

3 dari 4 halaman

Kegiatan Diklat

Halal Park Senayan
Perbesar
Pengunjung melihat produk UMKM dari Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI saat Launching Halal Park di Senayan Jakarta, Selasa (16/4). Halal Park yang akan bertransformasi menjadi Halal Distrik didesain menjadi ekosistem bagi pelaku industri gaya hidup halal di Tanah Air. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain menyelenggarakan kegiatan Diklat 3 in1 untuk pembinaan SDM industri kreatif, BDI Denpasar juga menggelar program kewirausahaan melalui inkubator bisnis TOHPATI untuk bidang digital kreatif dan memiliki program BIKIN Makerspace untuk bidang kriya atau craft.

Oleh karena itu, BDI Denpasar ditunjuk sebagai Bali Creative Industry Centre (BCIC) dengan lima fungsi, yakni menjadi pusat inovasi dan kekayaan intelektual, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat promosi dan pemasaran, pusat pengembangan industri software dan konten, serta pusat inkubasi bisnis.

Untuk penyiapan wirausaha industri kreatif, BDI Denpasar melakukan kerja sama dengan Digital Inovasi Lounge (DILO) guna menyelenggarakan program inkubator bisnis di bidang digital dan kriya dengan menyediakan fasilitas ruang kerja dan berbagai peralatan produksi yang diperlukan untuk menghasilkan produk animasi dan desain produk kerajinan yang berkualitas.

Peserta inkubator industri (tenant) di BDI Denpasar, selain mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari praktisi industri kreatif selama proses inkubasi, juga difasilitasi untuk mendapatkan order (pesanan) dari berbagai industri.

Hingga kini, BDI Denpasar sudah melakukan inkubasi sebanyak enam angkatan. Pada angkatan yang ke-6 berjumlah 12 tim. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓