Pertamina Salurkan 146 Tabung Elpiji ke Dapur Umum untuk Korban Banjir

Oleh Liputan6.com pada 03 Jan 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 10:30 WIB
Dapur Umum
Perbesar
Demi menunjang aktivitas pencarian dan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Dinas Sosial Karawang membangun dapur umum. (Liputan6.com/ Abramena).

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III telah menyalurkan 146 tabung elpiji jenis Bright Gas dan 12 kg ke posko dapur umum, yang menyediakan makanan siap saji bagi korban banjir di wilayah Jakarta.

Bantuan tabung tersebut disalurkan setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Suku Dinas Sosial Jakarta, yang langsung menangani keperluan logisitk bagi korban banjir di Jakarta.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III Dewi Sri Utami di Jakarta, Jumat menyatakan, penyaluran gas elpiji tersebut dilakukan sejak Kamis (2/1/2019) pagi hingga petang.

Sebanyak 146 tabung elpiji diserahkan ke 13 titik posko dapur umum, dari 20 titik posko di lima wilayah yakni Jakarta Selatan, Pusat, Timur, Barat dan Utara.

Bantuan elpiji untuk dapur umum ini juga akan disalurkan pada hari ini, mengingat masih ada beberapa titik dapur umum yang memerlukan pasokan bahan bakar tersebut.

“Ini adalah respons cepat yang kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial Pertamina. Begitu mengetahui adanya dapur umum yang dikelola oleh instansi yang berwenang, kami berupaya membantu dengan menyalurkan elpiji sebagai sumber energi untuk memasak. Pertamina bersama Hiswana Migas juga berkoordinasi dengan instansi berwenang, terus memantau dapur umum yang dapat dibantu lagi,” ujarnya.

Dewi menambahkan salah satu dapur umum untuk korban banjir yang dikelola Suku Dinas Sosial DKI, di Posko Islamic Center, Jakarta Utara, telah diserahkan bantuan oleh VP CSR dan SMEPP Pertamina Arya Dwi Paramita.

2 dari 3 halaman

Pantau Kebutuhan Bahan Bakar

Subsidi Energi
Perbesar
Pekerja mereproduksi tabung gas elpiji 3 kg di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (29/1). Pemerintah dan Badan Anggaran DPR menyepakati kenaikan anggaran subsidi energi Rp 4,1 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 160 triliun. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dukungan Pertamina ini disambut baik oleh Kepala Seksi Perlindungan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Sudin Sosial Jakarta Utara Nurlela dan Koordinator Tagana Jakarta  Utara Rohman.

Di Islamic Center ini, dibutuhkan lebih dari 20 tabung 12 kg dalam satu hari. Pertamina juga akan terus memantau kebutuhan bahan bakar tersebut.

Selain elpiji, Pertamina MOR III juga membantu mensuplai kebutuhan sembako, biskuit, susu, dan popok anak di beberapa titik pengungsian.

“Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Pada kondisi seperti ini pasti perlu yang serba cepat, sehingga kami berusaha sebisa mungkin menyediakan kebutuhan primer seperti elpiji untuk dapur umum serta sembako," kata Dewi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓