Kali Grogol Meluap, Jasa Marga Alihkan Lalu Lintas Tol Dalam Kota

Oleh Athika Rahma pada 01 Jan 2020, 11:05 WIB
Diperbarui 01 Jan 2020, 11:16 WIB
Tol Dalam Kota Tersendat

Liputan6.com, Jakarta PT Jasa Marga menindaklanjuti meluapnya Kali Grogol yang menyebabkan genangan air setinggi 5-10 cm di lajur tol dalam kota baik arah Jakarta maupun Tomang.

Mengutip keterangan resmi, Rabu (1/1/2020), per pukul 08.15 WIB, pengguna jalan dari arah Jakarta yang menuju arah Grogol dan Bandara Soekarno Hatta dialihkan ke flyover Tomang dan pengguna jalan dari arah Kapuk dialihkan menuju Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.

"Saat ini petugas Jasa Marga Regional Jabodetabekjabar tengah menyiagakan perambuan serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan dan mengantisipasi genangan air," ujar Dwimawan Heru, Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga.

Lebih lanjut, Dwimawan mewakili Jasa Marga memohon maaf kepada para pengguna atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

Dirinya menganjurkan agar pengguna jalan dapat mengantisipasi perjalanan melalui beberapa kanal informasi Jasa Marga, yaitu:

- Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor telepon 14080

- Twitter @PTJASAMARGA (khusus informasi lalu lintas) dan @official_JSMR (untuk informasi umum lainnya) Instagram @official.jasamarga

- Aplikasi Mobile Travoy & JMCARe

- Website http://www.jasamarga.com

2 dari 3 halaman

Penerbangan Bandara Halim Dialihkan ke Soekarno Hatta Akibat Banjir

Banjir di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: istimewa dari berbagai sumber
Banjir di Bandara Halim Perdanakusuma. Foto: istimewa dari berbagai sumber

Penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Pengalihan penerbangan imbas dari kondisi banjir yang terjadi di Bandara tersebut.

Ini diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti. "Sebelumnya ada yang dialihkan 5 flight," ujar dia saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (1/1/2020).

Dia mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta pada Rabu, 1 Januari 2020 mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma lumpuh.

Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma ditutup hingga waktu yang belum ditentukan.

Sejumlah penerbangan dengan keberangkatan dari dan dengan tujuan Bandar Udara Halim Perdanakusuma dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Untuk alasan keamanan dan keselamatan, aktivitas di Halim Perdanakusuma kita tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Semua penerbangan dari Halim dialihkan ke Soetta (CGK),” ungkap Polana.

Kondisi terkini, air setinggi 30cm masih menggenangi runway Bandar Udara Halim Perdana Kusuma. Area bandara yang tergenang kurang lebih 500 m.

Banjir juga menggenangi area di luar bandara yang membuat penumpang sulit untuk mengakses ke Bandar Udara Halim Perdana Kusuma.

"Sesuai dengan Notam Nomor A0002/20 yang menyebutkan terjadinya standing water di landasan Pacu Bandar Udara Halim Perdana Kusuma," jelas dia.

Polana mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus memantau situasi di seluruh bandara dan mengambil langkah-langkah tepat sesuai ketentuan yang berlaku untuk mengantisipasi dampak dari perubahan cuaca yang diperkirakan akan terjadi hingga bulan Februari.

Perubahan cuaca memungkinkan adanya penundaan jadwal penerbangan (delay) dan pengalihan bandara tujuan pendaratan pesawat (divert).

Polana berharap agar para pengguna jasa transportasi udara dapat memaklumi jika adanya penundaan dan divert akibat perubahan cuaca.

“Cuaca ekstrim dan hujan lebat memungkinkan terjadinya delay dan divert penerbangan. Untuk kepentingan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman, saya berharap penumpang dapat memaklumi jika ada delay dan divert akibat cuaca buruk. Semua demi kepentingan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan kita semua,” tutup Polana.

 

 

 

3 dari 3 halaman

Tonton Video Ini

Lanjutkan Membaca ↓