Banyak Rumah Warga Terendam Banjir, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah

Oleh Athika Rahma pada 01 Jan 2020, 08:46 WIB
Diperbarui 03 Jan 2020, 05:13 WIB
20150812-Pasukan Elite PLN-Jakarta
Liputan6.com, Jakarta Hujan dengan intensitas terus menerus mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya pada malam pergantian tahun 2020. Akibatnya, sejumlah wilayah di ibu kota terendam banjir setelah diguyur hujan semalaman.
 
Sejumlah sarana dan prasarana juga dihentikan demi keamanan warga, seperti listrik. PLN sendiri sudah melakukah langkah pemadaman listrik di sejumlah titik di Jakarta.
 
"Pemadaman cukup banyak, di puluhan gardu. Kebanyakan di Jatiasih (Bekasi), Cempaka Putih (Jakarta Pusat)," ujar General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad kepada Liputan6.com, Rabu (1/1/2020).
 
Pemadaman, lanjut Ikhsan, telah dimulai sejak pukul 04.00 - 05.00 WIB dan akan dipadamkan ketika ketinggian air mulai menyusut.
 
Ikhsan melanjutkan, ke depan jumlah gardu listrik yang dimatikan kemungkinan akan bertambah. Namun untungnya, gardu listrik tidak terdampak banjir.
 
"Banyak dari laporan warga (permintaan pemadaman), gardunya tidak terdampak namun lebih ke perumahan warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.
 
Sementara untuk data lengkap daerah yang aliran listriknya dimatikan masih dihimpun oleh pihak PLN.
 "Ada puluhan, datanya sedang kami himpun," tuturnya.
2 dari 2 halaman

Awas Keseterum Listrik di Saat Banjir, Ingat Tips Aman Ini

Beberapa wilayah di Jakarta mengalami banjir akibat hujan yang berlangsung terus menerus sejak Selasa (31/12/2019) kemarin. Saat musim hujan seperti ini diikuti dengan banjir, ada beberapa hal yang harus masyarakat perhatikan berkaitan dengan kelistrikan. 

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad beberapa waktu lalu membagi beberapa hal yang harus menjadi perhatian saat menghadapi musim hujan berkaitan kelistrikan.

Hal pertama yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik yaitu mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter.

Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

Apabila terjadi banjir dan listrik belum dipadamkam oleh PLN, laporkan segera melalui Contact Center PLN 123 atau hubungi kantor PLN terdekat.

Setelah banjir surut, pastikan semua alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering.

Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik.

Penyalaan akan dilakukan dengan didahului oleh penandatanganan berita acara disaksikan oleh Ketua RT/RW atau tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga menghimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," ungkap Ikhsan.

Masyarakat juga perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan air untuk menghindari resiko terkena pecahan kaca, paku, bakteri, maupin arus listrik bocor.

"Arus listrik bocor bisa saja terjadi disebabkan oleh gesekan kabel PLN dengan kabel lain yang dipasang tidak sesuai aturan atau bahkan tidak berijin. Selain itu masyarakat yang mengambil listrik langsung dari tiang juga sangat berbahaya karena kabelnya tidak standar dan sangat berpotensi menimbulkan arus bocor," tegas Ikhsan.

Lanjutkan Membaca ↓